Suara.com - Kementerian Agama sudah memastikan bahwa biro jasa perjalanan dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji yang memberangkatkan 177 Warga Negara Indonesia untuk ibadah haji adalah ilegal.
Kemenag pun sudah mengidentifikasinya, dan didapatkan 8 agen travel yang diduga terlibat dalam pengiriman haji asal Indonesia dari luar negeri tersebut.
Para agen travel tersebut diduga membantu sindikat asing di dalam membujuk calon haji asal Indonesia untuk berangkat haji menggunakan jalur tidak resmi.
"Dari identifikasi, ada beberapa perusahaan travel itu, ada 8 kelompok yang kami identifikasi yang memberangkatkan jemaah yang berasal dari 8-10 provinsi," kata Inspektur Jenderal Kemenag, Muhamad Jasin di gedung KPK, jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (23/8/2016).
Kata Jasin, beberapa perusahaan travel yang diduga bekerja sama dengan pihak asing teraebut pernah mendapat izin dari Kemenag. Kemudian, karena pernah terlibat kasus akhirnya beberapa pernah diberhentikan. Namun, rupanya beberapa travel tersebut kembali berusaha untuk aktif.
"Jadi, kami menerjunkan tim untuk memverifikasi tentang keberadaan pihak-pihak yang ikut bekerja sama dengan sindikat asing dalam melakukan perbuatan yang melanggar ketentuan," katanya.
Menurut Jasin, beberapa indikasi yang ditemukan Kemenag, sejumlah perusahaan travel melakukan penipuan dengan pemalsuan dokumen. Namun, untuk hal tersebut, Kemenag hanya bisa menangani persoalan administrasi. Sementara kasus penipuan diserahkan kepada penegak hukum, Badan Reserse Kriminal Polri.
Sebanyak 177 WNI ditangkap imigrasi Bandara Internasional Manila karena menggunakan paspor Filipina, Sabtu (20/8/2016). Peristiwa tersebut terbongkar ketika imigrasi Filipina mencari dua warga Filipina yang diduga bertindak sebagai pendamping untuk sekelompok orang Indonesia yang ingin berangkat ke Mekkah 17 dan 18 Agustus.
Komisaris Badan Imigrasi Filipina Jaime Morente mengatakan mereka malah bertemu dengan 177 warga Indonesia yang sudah bersiap untuk terbang ke Madinah. Jamaah haji asal Indonesia berpaspor Filipina itu akhirnya ditahan karena saat diperiksa oleh pihak keimigrasian Filipina, mereka tidak dapat berbicara dengan dialek lokal seperti Tagalog, Maranao, Cebuano, atau Maguindanao. Mereka hanya bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris.
Pilih jalur resmi naik haji
Kementerian Agama sangat menyayangkan kejadian yang menimpa 177 Warga Negara Indonesia yang gagal berangkat naik haji karena tertahan di pihak imigrasi Filipina. Pasalnya, selain karena mengalami kerugian finansial yang besar, mereka juga harus menerima nasib malang karena harus berurusan dengan pihak berwajib.
"Gagal berangkat, kasian kan rugi uangnya," kata Jasin.
Menurut Jasin, apabila 177 orang tersebut tetap diberangkatkan, maka ada banyak masalah yang akan menimpa mereka. Kata dia, masalah yang paling sering terjadi adalah terkait keamananan 177 WNI yang memakai paspor Filipina tersebut. Jasin berharap agar masyarakat yang hendak naik haji menggunakan jalur resmi. Sebab dengan demikian, kejadian sekarang tidak akan terulang lagi.
"Kita harus mengedukasi kepada masyarakat ini,ada pembelajaran yang baik bahwa dengan tertangkapnya 177 orang ini, kita harus mengedukasi kepada masyarakat jangan memilih jalur yang tidak resmi. Pilihlah jalur resmi yang diselenggarakan pemerintah melalui Kemenag, yaitu reguler dan haji khusus yang melalui antrian," kata Jasin.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?
-
Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba