Suara.com - Sebanyak 25 persen sekolah tingkat SD, dan SLTP di Kota Pekanbaru, Riau telah menerapkan sistim full day school (FDS) atau sekolah sehari penuh. Sekolah-sekolah itu terdiri dari sekolah negeri dan swasta yakni sekolah berbasis Islam dan Kristen.
"Pekanbaru, secara bertahap akan menerapkan FDS, namun demikian sejumlah kebutuhan sarana dan prasarana mulai dari ruang kelompok belajar, kantin dan mushalla perlu dilengkapi," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru H, Abdul Jamal, MPd di Pekanbaru, Kamis (25/8/2016).
Ia mengatakan itu terkait gagasan Mendikbud untuk menerapkan sistem FDS atau sekolah sehari penuh sebab sebelum mengalami krisis moneter 1997, Indonesia sempat disejajarkan dengan Korea Selatan sebagai "new emerging forces".
Penerapan FDS, kata Jamal, disebabkan dalam kurun waktu 20 tahun, Korea Selatan dan Indonesia terlihat jelas perbedaannya. Kemajuan Korea pesat, menyamai tetangganya Jepang dan bersaing dengan Republik Rakyat Cina.
Indonesia tertinggal jauh dari Korea Selatan yang sempat berada pada posisi yang sama sebelum Indonesia mengalami reformasi. Kuncinya pada pendidikan dan Sekolah Dasar di Korea sudah lama menerapkan FDS.
Oleh karena itu, Pekanbaru mendukung kebijakan Mendikbud dan penambahan sarana dibutuhkan serta jam belajar wajib dari 32 hingga 36 jam selama lima hari.
"Melalui sistem FDS ini diharapkan bisa membentuk akhlak dan kelakukan anak didik. Untuk meningkatkan akhlak anak didik maka Dinas Pekanbaru akan bekerjasama dengan Kemenag Pekanbaru, untuk menyempurnakan program belajar mengaji dan agama (MDA)," katanya.
Selanjutnya, katanya lagi, persiapan tentu dimatangkan pada guru agar mereka bisa mengikuti sistim FDS ini dengan baik, untuk lima hari sekolah, sedangkan Sabtu dan Minggu bisa untuk istirahat.
Setiap Sabtu, kata Jamal bisa dimanfaatkan bagi guru-guru untuk mengikuti kegiatan atau pelatihan di luar sekolah sebab selama ini guru banyak mengorbankan jam belajar untuk kegiatan tersebut.
"Keuntungan FDS adalah bisa membentengi anak didik dari pengaruh negatif di luar rumah karena anak sudah berada di FDS dengan jam belajar agama dan akhlak," katanya dan menambahkan FDS sekaligus menghindari guru mata pelajaran agama untuk mencari tambahan waktu mengajar di luar sekolah sebab selama non FDS jam pelajaran agama makin panjang," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
Terkini
-
Invasi Jauh ke Lebanon Selatan, Israel Klaim Rebut Benteng Beaufort
-
Yasinta Moiwend: Perempuan Adat Papua Konsisten Suarakan Lingkungan, Hingga Polemik Pesta Babi
-
TPS Tambora Uji Coba Eco Lindi untuk Atasi Bau Sampah dan Gas Metana
-
Ledakan Bubuk Mesiu Hancurkan Desa di Myanmar, 55 Orang Tewas
-
Disambut Menhan Sjafrie, Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Jenderal Ryamizard di Kemhan
-
Warga Teriak Minta Tolong! 9 Nyawa Lolos dari Maut saat Rumah Dinas TPU Kebon Nanas Terbakar
-
Mimpi Nikah Kandas! Pasutri WO Jaktim Penipu Rp2,6 M Ditahan usai Jerat 58 Pasangan
-
Biadab! Biksu 71 Tahun Pengurus Pohon Suci Budha Lecehkan Gadis 11 Tahun
-
Menaker: Sertifikasi Kompetensi Diberikan Gratis bagi Alumni MagangHub di 21 Balai Pelatihan Vokasi
-
Bukan Pembersihan Biasa! Butuh 6 Bulan untuk Bikin Tugu Monas Kembali Kinclong