Suara.com - Kesetaraan gender telah lama menjadi isu internasional, namun faktanya, masih banyak laki-laki yang menganggap perempuan adalah kaum lemah.
Oleh karena itu di beberapa negara, kaum hawa bahkan tak berani keluar dari tempat tinggal mereka karena khwatir akan diganggu oleh kaum lelaki. Berikut adalah daftar negara-negara yang paling tidak aman bagi perempuan, seperti dilansir Boldsky.
1. Afganistan
Afganistan adalah salah satu negara paling berbahaya bagi perempuan untuk menetap. Tak hanya mendapat perlakuan kasar dari lelaki, perempuan juga tidak diperbolehkan untuk menimba ilmu sehingga membuat mereka sangat tergantung pada lelaki.
2. Kongo
Menurut laporan yang dihimpun oleh American Journal of Public Health, setidaknya 1.150 perempuan menghadapi pelecehan seksual setiap hari di Kongo. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu negara paling berbahaya bagi perempuan untuk tinggal.
3. India
Baik itu pemerkosaan, pernikahan anak di bawah umur atau bahkan perdagangan manusia, terjadi di India setiap hari. Terlepas dari semua ini, lebih dari 50 juta kasus pembunuhan bayi perempuan telah dilaporkan selama 30 tahun terakhir. Kondisi ini membuat India tidak aman bagi kaum hawa.
4. Somalia
Ada banyak pelecehan seksual, pernikahan anak dibawah umur dan angka kematian ibu yang tinggi di Somalia yang .embuat negara itu tidak aman bagi perempuan.
5. Kolumbia
Menurut laporan, negara ini memiliki jumlah kasus kekerasan pada perempuan tertinggi di dunia. Bagian yang paling mengganggu adalah bahwa pelaku tidak dihukum seberat kejahatan keji yang mereka lakukan.
6. Mesir
Sistem peradilan Mesir tidak melindungi hak-hak perempuan. Tidak hanya itu, kaum hawa juga dirampas hak-hak mereka untuk menjalani pernikahan, perceraian, atau bahkan hak asuh anak.
7. Meksiko
Sistem hukum Meksiko tidak melindungi perempuan dari potensi kekerasan dalam rumah tangga dan kejahatan seksual. Tak sedikit perempuan yang datang dan melaporkan pelecehan seksual tapi hukum sepertinya tuli dan mereka tidak mendapatkan keadilan.
Tag
Berita Terkait
-
PNM Ajak Nasabah Mekaar Studi Banding, Dorong Inovasi Usaha Ultra Mikro
-
Menjaga Bahasa hingga Kuliner, Bagaimana Upaya Perempuan Lampung Merawat Identitas Budaya?
-
Perempuan Era Digital: Merdeka Memilih atau Masih Terbebani Standar Medsos?
-
Label Beauty with Brain untuk Perempuan: Pujian atau Warisan Stereotip?
-
Struktur Ombudsman RI Masih Pincang, Menanti Kepemimpinan Perempuan Demi Demokrasi yang Inklusif
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan