Ilustrasi orang di tengah hujan. (Shutterstock)
Saat musim hujan tiba, tak sedikit orang yang merasa kesulitan saat beraktivitas. Betapa tidak, hujan terkadang membuat para pengguna jalan kewalahan, terutama para pejalan kaki dan pengendara motor.
Bicara tentang hujan, tahukah Anda, ada beberapa tipe orang yang muncul di saat musim hujan saja. Tipe orang seperti apakah? Berikut ini ulasan lengkapnya:
1. Pakai Kantong Kresek
Pejalan kaki atau pengendara sepeda dengan kepala bertutup kantong plastik atau kresek jadi pemandangan yang sering kita jumpai saat hujan turun. Beberapa orang yang membonceng motor dan tak mengenakan helmpun kerap terlihat menggunakan kantong kresek di kepala mereka untuk terhindar dari basah. Selain kantong kresek, ada pula orang-orang yang memakai saputangan di atas kepalanya agar terhindar dari air hujan.
2. Naik Motor Pakai Payung
Aktivitas yang satu ini juga sering kita jumpai di jalanan saat hujan turun. Padahal, jelas-jelas aktivitas ini amat riskan, payung yang digenggam dengan satu tangan dapat dengan mudah diterbangkan oleh angin, terlebih apabila motor yang dinaiki dipacu dengan kencang. Oleh karena itu, tak jarang kepala dan badan mereka akan tetap basah meski memakai payung sambil berkendara.
3. Berteduh dan Bikin Macet
Berteduh adalah hal yang wajar dilakukan saat hujan tiba-tiba turun di tengah perjalanan, terutama bagi mereka yang mengendarai sepeda motor. Alasan berteduh, biasanya lantaran yang bersangkutan tidak membawa jas hujan. Yang jadi masalah, masih banyak yang memilih berteduh di bawah underpass atau jembatan layang. Perilaku yang seperti inilah yang kerap memicu terjadinya kemacetan. Pasalnya, biasanya aksi mereka akan diikuti pemotor lainnya hingga memenuhi hampir setengah badan jalan.
4. Jual Jas Hujan Dadakan
Biasanya, penjual jas hujan ditemukan di lampu merah atau di bawah jembatan penyeberangan saat musim hujan tiba. Jas hujan yang dijual pun bervariasi jenisnya, dari jas hujan plastik atau ponco, hingga jas hujan celana dan baju. Harganya pun relatif murah dan memudahkan para pemotor yang kelupaan membawa jas hujan.
5. Naik Motor Ngebut
Wah, kalau yang tipe orang seperti ini, memang mudah sekali kita jumpai di jalanan. Nafsu untuk memacu motor lebih kencang biasanya muncul ketika gerimis mulai turun. Maksudnya memang tidak salah, orang-orang ini ingin cepat sampai di tujuan tanpa harus kebasahan oleh hujan. Namun, memacu motor secara buru-buru juga tidak baik, karena berpotensi menimbulkan kecelakaan. Bagaimana menurut Anda? [Rinaldi Aban]
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
7 Fenomena Langit Sepanjang Agustus 2026, Hujan Meteor Perseid hingga Gerhana Matahari
-
2 Hujan Meteor Akhir Juli 2026 Hiasi Langit Indonesia! Ini Jadwalnya
-
Ratusan Warga Mengungsi Malam Hari Usai Terjebak Banjir di Kabupaten Agam
-
Warga Diminta Waspada! Dinamika Atmosfer Picu Hujan Lebat dan Petir di Sejumlah Kota
-
Ulasan Toko yang Buka di Kala Hujan: Novel Bestseller di Koreayang Mengajarkan Arti Kebahagiaan
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan