- OJK mencatat potensi peningkatan klaim asuransi kesehatan karena banyak masyarakat terserang flu saat musim hujan Januari.
- Kepala Eksekutif OJK, Ogi Prastomiyono, menyatakan klaim belum ekstrem per November 2025, namun industri wajib waspada.
- Klaim asuransi kesehatan jiwa naik 11,20% dan asuransi umum naik 24,78% secara tahunan hingga November 2025.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat klaim asuransi kesehatan diramal mengalami peningkatan. Hal ini dikarenakan banyak masyarakat yang terserang flu imbas masuknya musim hujan di bulan Januari.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, terus mencermati dampak flu yang banyak menyerang masyarakat.
Untuk itu, OJK minta industri asuransi tetap diminta waspada dan mengelola risiko secara hati-hati.
"OJK mencermati perkembangan klaim asuransi kesehatanseiring dengan meningkatnya perhatian publik terhadap wabah superflu. Berdasarkan data industri posisi November 2025, hingga saat ini tidak terdapat lonjakan klaim yang bersifa ekstrem," katanya dalam jawaban tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Dia mengatakan, secara industri, klaim asuransi kesehatan pada asuransi jiwa tercatat sebesar Rp22,10 triliun atau meningkat 11,20 persen secara yoy.
"Sementara itu, klaim asuransi kesehatan pada asuransiumum tercatat sebesar Rp7,83 triliun, meningkat 24,78 persen secara tahunan," bebernya.
Dari sisi rasio klaim, lini usaha kesehatan mencatat rasio klaimsebesar 71,66 persen pada asuransi jiwa dan 86,52 persen pada asuransiumum.
OJK terus memantau perkembangan ini dan mendorong perusahaan asuransi untuk memperkuat manajemen risiko, kecukupan pencadangan.
Salah satunya, menjaga kualitas layanan kepada pemegang polis agar kinerja industri tetap terjaga secara berkelanjutan.
Baca Juga: Dua Bank Sudah Bangkrut Sepanjang 2026, Terbaru PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR)
"Namun demikian, terdapat peningkatan aktivitasklaim pada lini usaha asuransi kesehatan yang perlu dikelola secara hati-hati oleh industri," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah
-
Foto e-KTP Jelek Bisa Diganti? Ini Aturan dan Syarat Resminya
-
Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS
-
Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'
-
Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal
-
Pertamax Naik, Ojol: Saya Dari Awal Pakai Pertalite
-
Pegadaian Gelar LEXIS 2026 untuk Hadapi Transformasi Hukum Pidana Nasional
-
Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?
-
ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri