- Ekonom senior Soedradjad Djiwandono menyatakan harus lebih hati-hati saat menyampaikan pandangan tentang isu dalam negeri.
- Pernyataan ini disampaikan saat kunjungan ke SRMA 10 Margaguna, Jakarta, pada Rabu (28/1/2026).
- Soedradjad menegaskan statusnya sebagai ipar Presiden membebankan tanggung jawab dalam berkomentar di ruang publik.
Suara.com - Ekonom senior Soedradjad Djiwandono mengaku harus lebih berhati-hati dalam menyampaikan pandangan terkait persoalan dalam negeri.
Hal itu ia sampaikan saat berkunjung ke Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Margaguna, Jakarta, bersama istri yang juga kakak sulung Presiden RI Prabowo Subianto, Biantiningsih Djiwandono Sigar. Hadir pula kakak kedua Prabowo, Maryani Lemaistre Djojohadikusumo Sigar.
Usai meninjau fasilitas SRMA 10 Margaguna, Jakarta, Soedradjad singgung soal posisinya sebagai bagian dari keluarga Presiden yang ia sadari membawa tanggung jawab tersendiri, terutama dalam menyampaikan komentar ke ruang publik.
“Kalau ngomong-ngomong dalam negeri sendiri, harus hati-hati. Maklum menjadi ipar dari bapak Presiden itu ada tanggung jawabnya,” ujar Soedradjad, Rabu (28/1/2026).
Ia menegaskan tidak ingin berbicara atau menulis opini secara sembarangan mengenai isu-isu nasional. Menurutnya, setiap pernyataan harus dipertimbangkan secara matang.
“Saya tidak akan seenaknya sendiri menulis,” katanya.
Meski demikian, Soedradjad menyebut masih memungkinkan baginya untuk menulis atau menyampaikan hal-hal yang bersifat laporan kegiatan, termasuk kunjungannya ke SRMA 10 Margaguna.
“Tapi kalau untuk menulis, misalnya melaporkan kunjungan pada sore hari ini, saya rasa untuk pada suatu saat akan dilakukan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Soedradjad juga menyampaikan rasa bahagianya dapat bertemu langsung dengan para siswa Sekolah Rakyat. Ia menilai kehadiran dan semangat para murid menjadi harapan bagi masa depan bangsa.
Baca Juga: 'Awal Tahun yang Sempurna', Daftar 4 Kritik Adian Napitupulu Terhadap Pemerintahan Prabowo
“Karena ini ada sesuatu kebahagiaan tersendiri. Semacam jaminan bahwa Anda semua itu adalah harapan bangsa Indonesia,” ucapnya.
Ia pun menyatakan keyakinannya terhadap masa depan Indonesia yang berada di tangan generasi muda. Menurut Soedradjad, kepercayaan itu menjadi hal paling penting dalam menjaga kesinambungan cita-cita bangsa.
“Saya sangat percaya itu bahwa we are in good hands. Dan yang penting kan itu. Nanti kalau Anda sudah percaya bahwa itu menjadi tanggung jawab Anda, Anda yang akan meneruskan cita-cita dari mereka yang sudah mendahului kita semua,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
'Awal Tahun yang Sempurna', Daftar 4 Kritik Adian Napitupulu Terhadap Pemerintahan Prabowo
-
Di Hadapan Siswa Sekolah Rakyat, Ipar Prabowo Curhat Pernah Dipecat dari Jabatan Gubernur BI
-
Kronologi Thomas Djiwandono Masuk BI: Dari Bendahara Gerindra, Wamenkeu, hingga Deputi Gubernur
-
Istana Buka Suara soal Kans Budisatrio Djiwandono Gabung Kabinet
-
KSP Qodari Jawab Soal Isu Reshuffle Kabinet: Hanya Presiden dan Tuhan yang Tahu
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Babak Baru Teror Air Keras Andrie Yunus: 8 Saksi Siap Bongkar Aksi 4 Anggota BAIS TNI, Siapa Saja?
-
Petir Hantam Bangladesh, Sambar 14 Orang Sampai Tewas Terpanggang
-
Prabowo Resmikan 21 RSUD Mei 2026! Target Pangkas Rujukan dan Serap Puluhan Ribu Tenaga Kerja
-
Kanselir Jerman: Iran Sedang Mempermalukan Amerika Serikat
-
Tragis Penjual Kartu Pokemon di Chile Dibunuh, Koleksi Mahal Jadi Motif
-
Terkuak di Sidang! Intel BAIS Lacak Aktivis KontraS Andrie Yunus Lewat Google hingga Aksi Kamisan
-
KAI Minta Warga Setop Bikin Perlintasan Liar: Bahayakan Masinis dan Pengguna Jalan
-
Terkuak di Sidang, Cara 4 Intel TNI Intai Andrie Yunus Sebelum Siram Air Keras
-
20 Tahun Tewas Misterius, Pembunuh Sadis Mayat Perempuan Prancis dalam Tong Air Ditangkap
-
Mahfud MD Sebut Ceramah JK di UGM 'Dimutilasi': Bahaya, Mengadu Domba Umat Beragama