Suara.com - Lelaki tua itu namanya Ilyas Karim. Usianya 88 tahun. Dia mengaku menjadi salah satu pengibar bendera pusaka pada 17 Agustus 1945.
Wartawan Suara.com menemuinya di dekat puing-puing bangunan bekas rumahnya yang baru saja digusur pemerintah, di Jalan Rawajati Barat, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (1/9/2016).
Kemudian lelaki asal Padang, Sumatera Barat, menceritakan masa-masa mudanya dulu.
"Dulu saya dari pelajar siswa, saya dulu sekolah di Banten, sekolah Tarbiyah. Tahun 1945, sekolah kami digusur oleh Jepang. Karena cewek-cewek diambil oleh Jepang dibawa ke asrama, akhirnya sekolah kami bubar," kata mantan prajurit itu.
Selepas sekolahnya dibubarkan, Ilyas menjadi salah seorang yang turut mengamankan Presiden RI Sukarno.
"Kami tidak sekolah lagi. Nah, tahun 1945 itu kami mendirikan BKR (Barisan Keamanan Rakyat) untuk mengamankan Sukarno," ujar Ilyas.
Saat bergabung dengan BKR itulah, Ilyas sering bertemu para tokoh penting negeri ini. Tokoh yang memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Kemudian dia ditunjuk menjadi salah pengibar bendera Merah Putih pertama.
"Saya pengibar bendara waktu itu. Karena Presiden Sukarno akan bacakan pengumuman kemerdekaan tanggal 17 Agustus tahun 1945. Dia pidato sambutan, jadi saya disuruh mengibarkan bendera dengan Armen Singgih, dia orang Jawa, tentara PETA," tutur Ilyas.
Ketika ditemui wartawan, dia menunjukkan sebuah foto pengibaran bendera merah putih. Ilyas menunjuk seorang lelaki yang yang mengenakan celana pendek sambil menarik tali bendera. Katanya, itulah dia.
"Jadi saya ini pengibar bendera pertama. Nah, yang pakai celana pendek ini saya, ini Singgih, ini ibu Fatmawati, ini Presiden Sukarno, ini Bung Hatta. Saya masih tergabung di BKR," kata Ilyas.
Ilyas juga mengaku menjadi salah satu pendiri satuan TNI Siliwangi di Bandung bersama Jenderal A. H. Nasution.
"Saya juga dari satuan Siliwangi. Tahun 1946 saya mendirikan Siliwangi di Bandung bersama Nasution. Pada masa pemerintahan Presiden Sukarno, tentara yang pertama itu Siliwangi. Saya dulu BKR, di sini kamilah yang mendirikan Siliwangi. Nasution dari Medan, saya dari Padang. Itulah pendirinya sampai sekarang," kata Ilyas.
Ilyas mengatakan tidak mendapatkan hadiah apa-apa atas jasa yang pernah dia lakukan untuk bangsa ini. Karena dia memang tidak mengharapkannya.
"Saya tidak diberi hadiah apa-apa, karena kami memang waktu itu tidak mengharapkan hadiah. Kita cuma berjuang, bukan mengharap hadiah. Berjuang untuk kemerdekaan. Jadi satu-satunya yang saya terima sampai saat ini, pensiunan Letnan Kolonel TNI, selain itu tidak ada lagi," kata Ilyas.
Perihal keraguan sejumlah kalangan bahwa dia ikut mengibarkan bendera Merah Putih pada 17 Agustus 1945, Ilyas berani adu data.
Berita Terkait
-
Cuma Pakai Celana Dalam, Heboh Mayat Tanpa Kepala di Kali Ciliwung usai Jakarta Kebanjiran: Dibunuh?
-
Curhat 3 Tahun Ganti Rugi Pemprov DKI Tak Kunjung Cair Saat Era Anies, Warga Rawajati Kini Puji Heru Budi
-
Sejumlah Wilayah Jakarta Terendam Banjir Lagi
-
Tinjau Normalisasi Ciliwung, Jokowi: Kira-kira Tinggal 17 Kilometer Lagi
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Rudal Kiamat Iran Hantam Israel Pagi Ini, Ledakan Dahsyat Guncang Yerusalem
-
Ngaku Mau Damai, Donald Trump Masih Mau Iran Ganti Rezim
-
Donald Trump Bohong, Iran: Yang Mulai Perang kan Amerika Serikat
-
Gencatan Senjata Perang AS-Iran, Donald Trump Mendadak Tunda Serangan 5 Hari
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?