Suara.com - Tim gabungan dari Kepolisian Sektor Kediri dan Kepolisian Resor Lombok Barat menyita sebanyak 15.400 lembar dolar Amerika Serikat pecahan 100 dolar palsu.
"Sementara ini diduga palsu karena warnanya hitam putih, tidak sama dengan aslinya," kata Kabid Humas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangastuti di Mataram, Jumat (2/9/2016).
Uang lembaran pecahan 100 dolar AS ini ditemukan dari hasil penangkapan dua pelaku, berinisial AB (58), seorang pegawai negeri sipil di Lombok Utara dan SA (48) asal Bogor, Jawa Barat, pada Jumat pagi sekitar pukul 10.00 WITA di jalur by pass Bandara Internasional Lombok (BIL) II).
Polisi menemukan 15.400 lembar uang dolar AS ini dalam sebuah "travel bag" warna hitam milik SA. Jika dijumlahkan, nilainya mencapai 1,5 juta dolar AS dan dalam nilai rupiah mencapai Rp20,3 miliar.
Untuk itu, pihaknya berencana akan berkoordinasi dengan tim Laboratorium Forensik Denpasar, Bali, untuk mengetahui keabsahan dari puluhan ribu lembaran uang dolar AS ini.
"Nantinya kita akan bekerjasama dengan tim Labfor Denpasar untuk mengecek keabsahan dari kualitas cetakannya, asli atau tidak," ujarnya.
Menurut keterangan yang diperoleh dari pelaku, Tri Budi mengatakan bahwa SA berperan sebagai kurir yang ditugaskan oleh AB untuk membawa barang tersebut ke Lombok melalui jalur laut. SA masuk ke Lombok melalui Pelabuhan Lembar.
Lebih lanjut, pihaknya kini masih mendalami keterangan kedua pelaku untuk mengetahui keterlibatan dari sejumlah oknum yang salah satunya disebut warga negara asing, yang berperan sebagai pemasok uang dolar AS.
"Disebutkan dalam kasus ini ada keterlibatan warga negara asing, jadi nantinya pasti kita akan bekerja sama dengan Mabes Polri maupun Bank Indonesia," ucapnya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan
-
Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur
-
Kronologi Pemudik Terjebak di Jalan Sawah Sleman Akibat Google Maps, Antrean Panjang Tak Terhindar
-
Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan
-
Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III
Terkini
-
Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan
-
Gubernur DKI Tunggu Keputusan Pusat soal WFH ASN untuk Efisiensi BBM
-
Australia Lumpuh, SPBU Kehabisan BBM Imbas Perang Iran
-
KPK Panggil Ulang Gus Yaqut Hari Ini, Ada Apa Setelah Status Penahanan Kembali ke Rutan?
-
Iran Ajak Negara Arab Bersatu Bentuk Pakta Pertahanan Berbasis Al Quran
-
Noel Mau Ikutan Yaqut untuk Ajukan Pengalihan Penahanan, KPK: Kewenangan Hakim
-
Pramono Anung Tegaskan Kebijakan WFA bagi ASN DKI Berlaku hingga 27 Maret
-
Awal Retaknya Hubungan Trump - Netanyahu, Skenario Rahasia Mossad yang Gagal
-
Nasib Selat Hormuz dan Pasokan Minyak Dunia Bergantung Pada Respon Iran Terhadap Proposal AS
-
ASN Jakarta Malas Kerja Usai WFA Siap-siap Disanksi, Pramono Anung: Tak Ada Keringanan!