Suara.com - Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi kasus pengeroyokan Andrew Budikusuma yang terjadi di dalam bus Transjakarta pada hari ini, Sabtu (3/9/2016). Rekonstruksi dilakukan di depan halte Transjakarta JCC, Senayan, Jakarta Pusat.
Rekonstruksi dihadiri oleh kelima pelaku, yakni AR, S, MA, HB, DS. Sementara Andrew dan pelaku lainnya, N dan inisial A atau S diperankan oleh polisi.
Pantauan suara.com, adegan pertama dari rekonstruksi adalah saat AR melontarkan kata-kata kepada Andrew di dalam bus.
"Abang. Kamu mirip Ahok. Abang mirip Ahok kali. Abang Ahok ya," kata AR kepada pemeran Andrew.
"Apaan sih. Apaan sih dah. Jangan ganggu gua, gua pulang kerja capek," ujar pemeran Andrew menjawab.
Adegan selanjutnya, HB yang berada di depan Andrew menimpali, "Gua juga capek pulang kerja,".
Tahu ada yang tak beres, saksi Dadang, petugas onboard Transjakarta datang dan mengingatkan mereka agar tak ribut.
"Kalau berantem di luar bus way aja, di sini menganggu penumpang lainnya," kata Dadang.
Bukannya mereda, MA yang duduk di sebelah Andrew malah memprovokasi pelaku lainnya. "Ya udah, turunin aja disini," ujarnya.
Selanjutnya, AR menarik kerah baju, memiting leher dan mendorong Andrew ke pintu keluar bus. Korban kemudian dipukul AR.
MA juga ikut memukul Andrew dibagian badan dan wajah secara bertubi-tubi. Sementara DS mendorong korban ke arah halte.
Setelah korban sudah berada di Halte JCC, HB menarik baju , memukul kepala, dan menendang kaki korban. S juga ikut mendorong dan menarik korban.
N dan A yang kini masih buron, ikut menarik baju, dan memukuli wajah korban berkali-kali. Adegan selanjutnya, saksi Dadang datang untuk melerai dan berupaya menarik korban ke dalam bus.
Saksi Anwar, sopir Tranjakarta menutup pintu otomatis dan langsung tancap gas ke arah Slipi.
Di adegan ke -15, N sempat berteriak dan memaki-maki korban yang sudah ada di dalam bus.
"Eh lo Ahok lo yah an*ing, ban*sat," kata N berteriak.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
6 Fakta Kebakaran Rumah di Tanjung Barat yang Tewaskan Anggota BPK Haerul Saleh
-
Dapat Salam dari Gus Yaqut yang Ditahan KPK, Begini Respons Mensos Gus Ipul
-
DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu
-
Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?
-
Persija Mengungsi ke Samarinda saat Lawan Persib, Milad GRIB Jaya di Senayan Dihadiri 20 Ribu Orang
-
Jaga Wilayah Kelola Adat, UNDP Gandeng GEF-SGP Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2
-
Ancaman Hantavirus! 3 Warga Kanada Dikarantina Usai Wabah Renggut 3 Nyawa di MV Hondius
-
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Picu Kewaspadaan, 3 Penumpang Dilaporkan Meninggal
-
Kasus Korupsi Haji Belum Rampung, Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang 30 Hari
-
Anggota BPK Haerul Saleh Tewas Terjebak Kebakaran di Rumahnya, Jenazah Dbawa ke RSUD Pasar Minggu