Suara.com - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar dipastikan berstatus warga negara Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dengan pertimbangan Arcandra sudah kehilangan status warga negara Amerika Serikat.
Menurut anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Nasir Djamil secara prinsip negara tidak akan membiarkan warganya kehilangan status kewarganegaraan.
"Ya itu kan prinsip, kita tidak menghendaki adanya stateless, artinya warga negara Indonesia tidak boleh kehilangan kewarganegaraannya," kata Nasir di DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (7/9/2016).
Menurut Nasir terkait dengan paspor ganda yang pernah dimiliki Arcandra, yakni Amerika dan Indonesia, itu persoalan lain.
"Bahwa dia pernah berpaspor Amerika Serikat, bahwa dia pernah punya atau pegang dua paspor, nah itu nanti kita lihat aturan hukumnya seperti apa. Jadi saya menyambut baik langkah pemerintah ingin menjadikan Arcandra Tahar sebagai WNI," ujar Nasir.
Nasir menambahkan setelah Arcandra resmi kehilangan status kewarganegaraan Amerika, jalan terbaik yang ditempuh negara ialah harus merangkul dia menjadi warga negara Indonesia.
"Ya karena dia sudah kehilangan kewarganegaraan Amerika Serikat. Kalau kemudian dia kehilangan kewarganegaraan Indonesia, dia akan pindah ke planet lain? Dan itu tidak dibenarkan dan melanggar HAM," tutur Nasir.
"Padahal fungsi hukum kita melindungi kepentingan manusia," Nasir menambahkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo
-
Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas
-
Gaza Kembali Membara! Serangan Israel Tewaskan Kolonel Polisi dan Lukai 17 Orang
-
Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger
-
Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus
-
Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate