News / Internasional
Jum'at, 09 September 2016 | 17:52 WIB
Sejumlah polisi Prancis berjaga-jaga di lokasi penangkapan tiga terduga teroris. [REUTERS/Christian Hartmann]

Suara.com - Tiga perempuan yang diduga anggota kelompok radikal ditahan polisi Prancis. Ketiganya diduga terkait dengan temuan mobil bermuatan tabung gas di gereja Katedral Notre Dame pekan lalu.

Tiga perempuan yang masing-masing berusia 19,23 dan 39 tersebut diciduk dekat stasiun kereta Boussy Saint Antoine, kota kecil di wilayah Essone, sekitar 30 kilometer timur laut kota Paris. Slaah satu tersangka sempat menusuk petugas dengan pisau saat diamankan. Pelaku akhirnya bisa dilumpuhkan dengan tembakan.

"Prancis sedang menghadapi teror berskala besar yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve.

Aksi teror ini, lanjut Bernard, sangta sulit dideteksi. Pasalnya, pelaku berbaur dengan masyarakat biasa.

Sebuah mobil yang pemiliknya diketahui berada dalam daftar pengawasan intelijen terkait dugaan aktivitas radikal keagamaan, ditemukan dekat Katedral Notre Dame di Paris, akhir pekan lalu. Sebagaimana disampaikan pihak kepolisian dan kejaksaan, Rabu (7/9/2016), yang membuat siaga adalah di dalam mobil terdapat tujuh tabung gas.

Salah seorang pejabat mengatakan bahwa pemilik mobil itu lantas langsung ditahan, meski kemudian akhirnya dibebaskan. Sementara sepasang lelaki-perempuan berusia masing-masing 34 dan 29 tahun, kemudian ditangkap di pinggir sebuah jalan di selatan Prancis, serta kemudian ditahan karena diduga terkait insiden itu. (The Guardian)

Tag

Load More