Suara.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo menerima kunjungan National Bureau for Corruption Prevention Republik Rakyat Cina di gedung KPK, Jalan H. R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Senin (19/9/2016).
Dalam konferensi pers usai menerima kunjungan, Agus menuturkan kunjungan perwakilan NBCP terkait rencana kerjasama di bidang pemberantasan dan pencegahan korupsi pada 2017.
"Kami mengharapkan, paling lambat awal tahun ada MoU, terkait pertukaran info, tukar menukar mengenai pengalaman dalam pemberantasan dan pencegahan korupsi," ujar Agus.
Agus menjelaskan salah satu bentuk kerjasama yakni mempermudah kedua negara menangkap koruptor lintas negara serta membantu memulangkan aset koruptor ke negara asal.
"Masalah yang mungkin sama, mungkin ada koruptor dari Indonesia yang lari ke Tiongkok atau sebaliknya. Sehingga kita dapat kerja sama dalam merampas aset mereka, kemudian info tentang mereka. Dan dimungkinkan memulangkan para pelaku tadi," kata dia.
Agus berharap kerjasama kedua negara semakin memudahkan pencegahan dan pemberantasan korupsi.
"Dengan kerja sama tadi, mudah-mudahan langkah pencegahan tindak pidana korupsi kita dengan Tiongkok, bisa sangat ditingkatkan. Semoga dengan begitu, langkah-langkah pencegahan dapat lebih efektif, semoga kerja sama ini juga disambut bangsa Indonesia secara keseluruhan," kata Agus.
Wakil Kepala NBCP Liu Jinchao berharap kunjungan ini menghasilkan kerjasama yang baik.
"Kami harap nantinya Pak Agus bisa tandatangan kerjasama dengan Tiongkok dan nanti bisa bersama kembangkan SDM dan pengalaman. Dan juga kami setuju tingkatkan dalam rangka konferensi anti korupsi dan G-20 dalam berantas korupsi," kata Liu.
Dia menyetujui peningkatan kerjasama antara NBCP dan KPK dalam pemberantasan korupsi, termasuk pemulangan koruptor dan pengembalian aset koruptor.
"Dan kita ingin tingkatkan kerjasama dengan negara Asean dengan Republik Rakyat Tiongkok, kemudian kami setuju kerjasama dalam pelaksanaan bidang penegakan hukum," kata Liu.
"Kami juga sudah bicara dengan Pak Agus (Ketua KPK) membahas kerjasama dalam bidang hukum, seperti pemulangan pelaku korupsi untuk mereka tidak bisa sembunyi dan kembalikan aset dan mengembalikan ke negara asal," Liu menambahkan.
Tag
Berita Terkait
-
Namanya Disebut di Sidang Suap Importasi, Raffi Ahmad Bakal Dipanggil KPK?
-
Saksi Cabut BAP Raffi Ahmad Terkait Suap Bea Cukai, KPK Tetap Dalami Keterangan
-
Main Mata Audit Smart TV! KPK OTT 5 ASN BPK Pengembangan Kasus Bupati Muara Enim
-
Nama Fitroh Disebut Masuk BAP Kasus MBG, KPK Tegaskan Pimpinannya Tak Kenal Sony Sonjaya
-
Namanya Muncul dalam Kasus Korupsi BGN, Wakil Ketua KPK: Saya Tak Bisnis Dapur
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung
-
Aksi Koboi Kades: Panjat Pagar dan Todong Pistol ke Warga Bekasi, Kini Disidik Polisi
-
Menenun Harapan Perempuan Penenun di Timur Indonesia Bersama Giro Kartini
-
Khofifah Bangga Program ADEM Cetak Generasi Papua Berprestasi, 51 Murid Lolos PTN
-
Lagi Ujian Diciduk Polisi! 2 Pelajar Palmerah Ditangkap usai Bacok Siswa SMK secara Acak
-
Satgas PRR Minta Optimalisasi TKD dan Hibah Antardaerah Tak Terhambat Birokrasi
-
Buntut Kasus Hanania, Menteri Haji: Sekarang Semua Travel Wajib Akreditasi!
-
Minta Anggaran Rp3,9 T Cuma Dikasih Rp728 M, Pigai: Kami Berprestasi Tapi Tak Pernah Diapresiasi DPR
-
Polri Rekrut Disabilitas: Bukan Cuma Staf, Berpeluang Duduki Jabatan Struktural!
-
Kapolri Jamin Takkan Serobot Kursi ASN: Polisi Masuk Kementerian Hanya Jika Diminta!