Suara.com - Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Kebudayaan dan Pariwisata Sylviana Murni mengaku ponselnya kebanjiran pesan singkat setelah resmi diusung menjadi calon wakil gubernur Jakarta oleh koalisi Cikeas bersama Agus Harimurti Yudhoyono sebagai calon gubernur di pilkada Jakarta 2017, Jumat (23/9/2016).
Saking banyaknya pesan yang masuk, dia tak sempat membaca pesan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang dikirim melalui WhatsApp. Ketika itu, Ahok mengucapkan selamat kepada Sylviana karena diusung Partai Demokrat, PPP, PKB dan PAN.
"Mungkin saya belum lihat. Kalau ada, biasanya banyak pesan masuk. Bayangin aja. WhatsApp saya sekarang ada 848 (pesan masuk)," kata Sylviana di Balai Kota DKI Jakarta.
"Rasanya saya belum ada (pesan dari Pak Ahok). Jadi saya harus lihat pelan-pelan pesan masuk, kemudian baru bisa (ketahuan ada pesan dari Pak Ahok)," Sylviana menambahkan.
Walaupun belum membalas WA dari Ahok, Sylviana mengatakan sudah menemui Ahok untuk meminta izin maju ke pilkada sekaligus menyampaikan pengunduran diri sebagai PNS.
Soal WA itu pertamakali disampaikan Ahok. Ahok langsung mengucapkan selamat kepada Sylviana begitu mendapat kabar diusung koalisi Cikeas.
"Ya saya sudah WhatsApp dia, selamat semoga sukses kan kehendak Tuhan, kekuasaan punya Tuhan," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta.
"Dia belum balas sudah baca. Dia belum hubungi. Saya yang WA dari pagi," kata Ahok beberapa jam yang lalu.
Kini, pasangan Ahok dan Djarot Saiful Hidayat memiliki penantang. Selain Agus dan Sylviana, juga akan muncul satu pasangan lagi dari koalisi Gerindra dan PKS. Namanya akan diumumkan siang ini.
Berita Terkait
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor
-
Kesaksian Ahok di Kasus Korupsi Pertamina Bikin Geger, Sentil Menteri BUMN
-
Pakar UGM Bongkar Akar Masalah BUMN: Titipan Politik Bikin Rugi dan Rawan Korupsi
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT