Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Efendy memberikan ceramah dalam Seminar Nasional Pendidikan di Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu (25/29/2016).
Ia mengatakan, pendidikan memiliki peran yang sangat penting di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang tengah berjalan saat ini.
"Pendidikan bunya tanggungjawab mencetak Sumber Daya Manusia yang unggul dan berdaya saing. Hal ini tidak terlepas dari peran profesi guru, perluasan akses pendidikan, dan penguatan pendidikan vokasi," kata Muhadjir dalam sambutannya.
Menurut Muhadjir, dalam Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005, tentang Guru dan Dosen, mengamanatkan bahwa guru merupakan profesi yang mengedepankan profesionalitas.
Katanya, melalui profesionalitas guru, Indonesia bisa mencetak SDM unggul dan tangguh, serta siap bersaing di era globalisasi dan MEA.
Muhadjir juga mengatakan, dalam menjalankan profesi, terdapat tiga hal yang perlu diperhatikan oleh tenaga pendidik, yaitu keahlian, rasa tanggungjawab sosial, dan rasa kebersamaan sesama profesi.
Kada dia, seorang pekerja disebut sebagai pekerja yang ahli atau berkeahlian diperlukan pendidikan yang cukup lama, dan peran pekerjaannya tidak dapat digantikan.
”Jika peran guru dapat digantikan oleh orang yang bukan guru, maka pekerjaan tersebut bukanlah profesi. Untuk itu tugas seorang guru bekerja secara profesional, dan membuat perannya tidak dapat digantikan oleh yang lainnya," ujar lelaki berusia 60 tahun itu.
"Kita butuh dukungan dari semua pihak dalam membangun profesi guru yang profesional, baik secara akademik maupun secara praktek," Muhadjir menambahkan.
Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam mencetak SDM unggulan, pemerintah memberikan perluasan akses pendidikan. Katanya, dalam perluasan akses itu pemerintah membuat kebijakan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) yang dapat membantu anak-anak dari keluarga miskin untuk kembali ke sekolah.
”PIP merupakan jembatan bagi keluarga miskin dan anak di luar sekolah untuk kembali ke sekolah,” ujar mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu.
Muhadjir juga mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja dalam MEA diperlukan penguatan terhadap pendidikan keterampilan atau vokasi. Katanya, seorang juru, harus memiliki keterampilan sesuai yang dibutuhkan dalam dunia kerja.
”Pemerintah terus mendorong pendidikan vokasi untuk menghasilkan tenaga kerja yang profesional sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” kata Muhadjir.
Selain tiga fokus tersebut, kata Muhadjir, untuk mencetak SDM yang unggul dan tangguh diperlukan penguatan pendidikan karakter dalam proses belajar mengajar.
Ia sedikit menyitir amanat Presiden RI Joko Widodo yang tertuang dalam program Nawa Cita. Katanya, secara tersirat Nawa Cita menyampaikan pembentukan karakter dimulai dari pendidikan dasar, dengan skema pendidikan karakter untuk jenjang SD sebanyak 70 persen, dan SMP sebanyak 60 peren.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Jangkauan Rudal Iran Kejutkan Dunia, Kota di Israel Luluh Lantak
-
Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya