Ketua DPP Partai Hanura Dadang Rusdiana menilai munculnya Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak akan berpengaruh pada elektabilitas bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni.
"Pak SBY turun gunung tidak akan banyak mendongkrak elektabilitas Agus-Sylviana," kata Dadang di Jakarta, Senin (3/10/2016).
Menurutnya, dengan hadirnya presiden keenam itu, tidak akan mempengaruhi orang untuk memilih Agus-Sylviana dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 2017. Sebab, menurutnya, Agus yang merupakan anak sulung SBY, belum memiliki kapabilitas untuk menjadi pemimpin DKI Jakarta.
"Ini bukan ancaman. Selain itu, Agus sendiri belum teruji sebagai pimpinan dalam lapangan manapun. Apalagai, masalah Jakarta dengan kompleksitasnya tentu tidak bisa dipertaruhkan pada pemimpin coba-coba," katanya.
Agus-Sylviana didukung oleh Partai Demokrat, PKB, PPP dan PAN. Pasangan ini akan melawan calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Syaiful Hidayat yang didukung oleh Hanura, Nasdem, Golkar dan PDI Perjuangan. Serta, pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang didukung oleh Gerindra dan PKS.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural
-
JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai
-
Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban
-
Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal
-
Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan
-
Rangkul Homeless Media, Bakom Perkenalkan Mitra Baru New Media Forum
-
Kasus PRT Loncat dari Lantai 4, Polisi Tetapkan Pengacara Adriel Viari Purba Tersangka
-
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus 'Majikan Sadis' di Benhil, Ini Perannya!
-
Pemilik Blueray Cargo Didakwa Suap Rp61,3 Miliar ke Pejabat Bea Cukai demi Loloskan Barang Impor
-
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Peran Perempuan Usai Raih Penghargaan