Suara.com - Ketua tim kuasa hukum terdakwa Jessica Kumala Wongso, Otto Hasiabuan, terkejut dengan pernyataan jaksa penuntut umum dalam sidang pembacaan tuntutan kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, hari ini. Dia terkejut dengan kesimpulan yang menyebutkan Jessica menaburkan sianida sebesar 5 miligram ke es kopi Vietnam yang kemudian diminum Mirna. Menurut Otto informasi tersebut bertolak belakang dari fakta-fakta persidangan sebelumnya.
"Cuma tadi yang kita hanya kaget saja, ada hal hal yang menurut saya tidak benar ya. Masa dia bilang bahwa Jessica memasukkan suatu lima miligram. Kapan itu? Anda sendiri nonton terus kan? Anda sendiri nonton, darimana muncul itu?" kata Otto di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (5/20/2016).
Otto mempertanyakan data yang disampaikan jaksa mengenai sianida yang dimasukkan ke dalam ke es kopi yang dipesan Jessica.
"Jadi saya pikir banyak sekali lah yang nggak benar di datanya itu, jadi kelihatannya ini memaksakan diri saya pikir," katanya.
Dalam sidang ke 27, hari ini, jaksa menyampaikan kesimpulan jika Mirna tewas karena racun sianida. Jaksa menyampaikan racun sianida yang ditaburkan seberat lima miligram.
Otto menyampaikan keterangan ahli digital forensik Puslabfor Polri Muhammad Nuh Al Azhar yang menjadi saksi ahli dari pihak jaksa yang selama ini belum pernah membeberkan berat sianida yang ditemukan di gelas es kopi.
"Pak Nuh sendiri ahlinya tidak pernah mengatakan bahwa dia melihat di CCTV, Jessica itu mengambil sianida lima miligram. Lima miligram lagi, berarti dia hitung," kata dia.
Otto mempertanyakan jika ada lima miligram sianida yang ditaburkan Jessica, tentu jaksa harus punya bukti kuat.
"Kalau sudah diketahui lima gram berarti ada dong barangnya dong? Kan itu aja gampang kita terapkan, berarti ada barangnya, ya kan? Kalau ada barangnya berarti jaksa lihat barangnya, ditimbang dong berarti kan? Jadi ini saya kira kesimpulan yang luar biasa, beraninya jaksa itu, luar biasa sekali saya tidak menyangka begitu," kata dia.
Keterangan Saksi Ahli Dimentahkan Jaksa
Otto tak mempermasalahkan keterangan saksi ahlinya yang dimentahkan jaksa penuntut umum.
"Hakim yang akan menentukan nanti, bagi kita seorang lawyer mengantarkan perkara dengan baik. Saya sudah mengantarkan ini semua melihat, keputusan di tangan hakim," kata Otto.
Otto berkeyakinan peluang Jessica bebas dari tuduhan pembunuhan berencana terhadap Mirna sangat besar, apabila mengacu pada serangkaian fakta yang muncul di persidangan.
"Opimis kalau fakta hukum. Tapi fakta ini kita lihat nantinya. Tapi kaluau akal sehat kita tidak ada jalan untuk tidak membebaskan Jessica," kata Otto.
Mantan Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia mengulas hasil pemeriksaan sampel, seperti hati, empedu, urine, dan lambung Mirna yang menyebutkan negatif sianida. Pemeriksaan tersebut dilakukan setelah 70 menit Mirna meninggal dunia.
Berita Terkait
-
Ditanya Terus soal Kopi Sianida, Jessica Wongso Kena Mental dan Tutup Akun
-
PK Jessica Wongso Ditolak Lagi! Babak Akhir Kasus Kopi Sianida?
-
Drama Kasus Kopi Sianida: PN Jakpus Kembali Tolak Mentah-mentah PK Jessica Kumala Wongso
-
Jessica Wongso di Media Australia, Wawancara Kontroversial Picu Kemarahan Masyarakat
-
MA Proses PK Jessica Wongso dalam Kasus Kopi Sianida Mirna
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi