Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahana Purnama (Ahok) dilarang Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk melayani doorstop atau wawancara dengan wartawan untuk mengantisipasi pertanyaan jebakan yang bisa mencoreng citra Ahok yang sekarang sedang siap-siap maju di pilkada Jakarta 2017.
Dewan Pengarah Tim Sukses Ahok-Djarot, Dadang Rusdiana ,mengatakan maksud Megawati sebenarnya bukan untuk melarang Ahok secara total melayani wawancara dengan media massa. Megawati, katanya, hanya memberi masukan kepada Ahok agar lebih hati-hati dalam menjawab pertanyaan wartawan.
"Jadi apa yang disampaikan Bu Mega tentunya nasihat agar Ahok hati-hati dalam menjawab pertanyaan wartawan. Bukan melarang total. Karena tentunya seorang Ahok harus terbuka pula dengan media. Apalagi media itu kan pilar demokrasi," kata Dadang, Selasa (11/10/2016).
Dadang mengatakan komunikasi dengan publik merupakan bagian penting dari seorang pemimpin. Itu sebabnya, harus hati-hati membuat pernyataan, apalagi menjelang pilkada seperti sekarang.
"Ahok itu pekerja, pelayan publik yang bersih, blak-blakan kalau bicara. Tapi tentunya karena Ahok pun manusia bisa saja sekali-kali salah berucap juga. Jadi berhenti bicara itu tidak baik, yang penting bicara efektif saja, insya Allah elektabilitas akan kembali naik signifikan," tutur anggota Komisi X DPR dari Fraksi Hanura.
Larangan Megawati disampaikan di Blitar, Jawa Timur, dalam konferensi pers yang juga dihadiri Ahok, kemarin. Hal ini menyusul pernyataan Ahok terakhir yang mengutip ayat suci yang kemudian dianggap melecehkan agama.
"Stop itu. Nggak usah ngomong pasti titipan. Nanti pertanyaannya apa, yang dimasukin apa, negatif terus," ujar Megawati.
Juru bicara tim sukses pasangan Ahok-Djarot, Ace Hasan Syadizly, mengatakan Ahok akan tetap berinteraksi dengan wartawan.
"Pak Ahok akan tetap terbuka berinteraksi dengan wartawan," kata Ace.
Ace mengatakan yang perlu dilakukan Ahok adalah lebih berhati-hati mengeluarkan pernyataan. Apalagi, Ahok memiliki karakter suka blak-blakan ketika bicara. Jangan sampai kasus pengutipan ayat Al Quran terulang sehingga ditafsirkan secara negatif oleh sejumlah kelompok masyarakat.
Ace mengingatkan situasi jelang pilkada seperti sekarang, pernyataan kandidat sangat rawan dipolitisir orang tak bertanggungjawab.
"Kami dari sejak awal mengharapkan agar Pak Ahok lebih mengedepankan program pembangunan karena atas alasan itulah Partai Golkar mendukung Pak Ahok," kata dia.
Berita Terkait
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor
-
Kesaksian Ahok di Kasus Korupsi Pertamina Bikin Geger, Sentil Menteri BUMN
-
Pakar UGM Bongkar Akar Masalah BUMN: Titipan Politik Bikin Rugi dan Rawan Korupsi
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
-
Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG
Terkini
-
Dudung Ungkap Alasan Kepala BGN Diganti, Ada Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG
-
Kantor BGN Masih Digeledah Kejagung, Lantai Dua Steril dari Aktivitas Pegawai
-
KPK Amankan Belasan Orang di OTT Imigrasi Jakbar, Dirjen Imigrasi Buka Suara
-
Dadan Dicopot Sebelum Diperiksa Kejagung, Pakar UGM: Biar Penyelidikan Tak Terganjal 'Orang Kuat'
-
Tiket Masuk Ancol Gratis Mulai 8 Juni, Cek Ketentuannya di Sini!
-
Danantara Belum Buka Laporan Keuangan, Koalisi Sipil: Waspada Celah Korupsi Aset Negara!
-
KAI Daop 1 Jakarta: 19 Kereta Dilempari dalam 5 Bulan, Pelaku Mayoritas Remaja
-
Kasus Dugaan Jual Beli Titik MBG, Kejagung Masih Geledah Kantor BGN
-
Tanggapi Kabar Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, Dasco Ungkap DPR Sudah Lama Soroti BGN
-
Kantor BGN Digeledah dan Dadan Hindayana Dikabarkan Ditangkap Kejagung, Begini Respons Dasco