Suara.com - Selama ini, Otto Hasibuan mengaku kerap dicemooh masyarakat karena membela terdakwa kasus pembunuhan, Jessica Kumala Wongso. Tapi sekarang situasinya terbalik, dia, termasuk Jessica, justru mendapat dukungan dari sebagian masyarakat, bahkan dari Australia.
"Meski banyak yang di-bully awalnya, kini orang yang tidak dikenal, dari Amerika, Dumai, Wonogiri, hingga Australia mendukung dan menyatakan dukungan ke Jessica Kumala Wongso," kata Otto ketika membacakan nota keberatan atas tuntutan hukuman penjara 20 tahun penjara dari jaksa di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (12/10/2016).
Otto mengaku mendapatkan berbagai hadiah dari sejumlah orang.
"Pernah kami dapat roti Boy juga kepada Jessica. Jadi kami penuh amunisi. Ada dari Papua yang dikasih batu cincin. Ada pula yang kasih saya ulos. Tadi juga dari Medan langsung datang untuk kasih ulos,” kata Otto.
Otto senang kini mendapatkan dukungan moril dari sebagian masyarakat.
"Kami terima kasih kepada para pengunjung. Yang awalnya menyoraki kami. Kini mendukung kami. Bahkan diberikan makanan dan hadiah,” kata dia.
Dalam kasus kematian Wayan Mirna Salihin, Otto menegaskan bahwa tidak ada bukti kuat untuk menjerat Jessica. Bukti-bukti yang disampaikan jaksa penuntut umum di pengadilan, katanya, mentah.
Berita Terkait
-
PK Jessica Wongso Ditolak Lagi! Babak Akhir Kasus Kopi Sianida?
-
Drama Kasus Kopi Sianida: PN Jakpus Kembali Tolak Mentah-mentah PK Jessica Kumala Wongso
-
Jessica Wongso di Media Australia, Wawancara Kontroversial Picu Kemarahan Masyarakat
-
MA Proses PK Jessica Wongso dalam Kasus Kopi Sianida Mirna
-
Pernah Diisukan Penyuka Sejenis, Jessica Wongso Ngaku Banyak Cowok Mendekatinya Usai Bebas
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Kunjungi Borobudur, Wamensos Agus Ajak Warga Lebih Mandiri Lewat Pelatihan Kerajinan Eceng Gondok
-
Wamensos Agus Jabo Tinjau Pembangunan Rumah Sejahtera Terpadu di Magelang
-
Ada Truk 'Lumpuh', Arus Lalu Lintas di Brigjend Katamso Jakarta Barat Semrawut Pagi Ini
-
BNPT Tangkap 230 Orang Terkait Pendanaan Terorisme
-
Cak Imin: Bencana Bertubi-Tubi Bisa Picu Kemiskinan Baru
-
Sulteng Dibidik Jadi Pasar Wisatawan China, Kemenpar Dukung Penerbangan Langsung ke Palu dan Luwuk
-
Miris, Masih Ada Orang Tua Pilih Damai Kasus Kekerasan Seksual: DPR Soroti Dampaknya bagi Anak
-
Aktifitas Sentul City Disetop Pascabanjir, Pemkab Bogor Selidiki Izin dan Drainase
-
Anggota MRP Tolak PSN di Merauke: Dinilai Ancam Ruang Hidup dan Hak Masyarakat Adat
-
Kemensos dan BPS Lakukan Groundcheck 11 Juta PBI-JKN yang Dinonaktifkan, Target Tuntas Dua Bulan