Suara.com - UNESCO, lembaga di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bertugas untuk melindungi dan merawat situs-situs kebudayaan dan warisan peradaban manusia di dunia, pada Kamis (13/10/2016) mengeluarkan sebuah resolusi yang isinya menekankan bahwa Israel adalah pencaplok Yerusalem.
Selain menegaskan bahwa Yerusalem bukan sebagai bagian yang sah dari Israel, resolusi itu itu menegaskan bahwa Bukit Kuil, tempat berdirinya Masjid Al-Aqsa, dan Tembok Barat merupakan situs suci umat Islam.
Resolusi itu berasal dari proposal yang diajukan oleh Palestina dan didukung oleh Mesir, Aljazair, Maroko, Lebanon, Oman, Qatar, dan Sudan. Dalam pemungutan suara, sebanyak 24 anggota UNESCO menerima resolusi itu, 26 negara lainnya menyatakan abstain, dan hanya enam negara yang menolaknya.
Isi resolusi itu mengakui bahwa Yerusalem adalah kota suci bagi tiga agama besar: Kristen, Islam, dan Yahudi. Tetapi Bukit Kuil adalah situs suci umat Islam saja.
Bahkan dokumen resolusi itu hanya menggunakan nama "Masjid Al-Aqsa dan Haram al-Sharif" untuk menyebut situs bersejarah tersebut, tidak sama sekali menggunakan nama dalam bahasa Inggris (Temple Mount) atau dalam bahasa Ibrani (Har HaBayit).
Bukit Kuil sendiri merupakan salah satu situs yang paling sering memantik konflik antara umat Yahudi dan Muslim di Yerusalem. Umat Yahudi yakin di bukit tempat berdirinya Masjid Al-Aqsa, tadinya pernah berdiri Bait Allah yang dibangun oleh Raja Salomo dan Raja Herodes.
Resolusi itu juga menyebut Tembok Barat - yang dikenal sebagai salah satu situs suci Yahudi dan disebut sebagai Tembok Ratapan - menggunakan nama dalam tradisi Islam: Tembok al-Buraq.
Seperti yang bisa diduga, resolusi yang masih harus disahkan melalui pemungutan suara di level yang lebih tinggi pekan depan itu, lansung dikecam oleh pemerintah Israel dan sekutunya, Amerika Serikat.
"Resolusi sepihak yang anti-Israel ini sudah menjadi masalah akut dalam UNESCO dalam beberapa tahun terakhir," kata Mark Toner, juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.
Sementara Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyebut resolusi itu "absurd dan mangada-ada".
"Mengatakan bahwa Israel tak punya hubungan dengan Bukit Kuil dan Tembok Barat sama seperti mengklaim bahwa Cina tak punya hubungan dengan Tembok Besar Cina atau bahwa Mesir tak punya hubungan dengan Piramida," kata Netanyahu.
Tak hanya itu, Israel juga pada Jumat (14/10/2016), mengumumkan menghentikan semua kerja sama dengan UNESCO.
Masjid Al-Aqsa yang berdiri di atas Bukit Kuil sendiri terletak di Yerusalem bagian timur, wilayah yang direbut Israel dalam Perang Enam Hari pada 1967. Sampai saat ini dunia internasional belum mengakui kawasan itu sebagai milik Israel. (Washington Post/i24News/Reuters)
Berita Terkait
-
Di Balik Pemakaman Ali Khamenei: Simbol Agama dan Pesan Politik yang Menggema ke Dunia
-
Ribuan Pelayat Ayatollah Khamenei Kibarkan Bendera Merah, Serukan Balas Dendam
-
Momen Bendera Palestina Berkibar Setelah Mesir Menumbangkan Australia
-
Iran Kesal dengan Aktivis HAM Dunia, Lihat Kelakuan Israel Cuma Diam
-
Pelatih Mesir Rayakan Kemenangan dengan Bendera Palestina, Kirim Pesan Haru di Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 6 Sunscreen Pencerah di Indomaret yang Worth It Masuk Keranjang Belanja
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Istri Nadiem Makarim Buka Suara Usai Laporkan 4 Hakim ke Komisi Yudisial
-
Tak Ada Cara Lain! Begini Prosedur Hukum Jika Perwira TNI Aktif Terjerat Kasus Korupsi MBG
-
DPR Segera Temui Partai Non-Parlemen, Serap Masukan untuk Revisi UU Pemilu
-
Tarif Transjabodetabek Rp10 Ribu Jadi Bumerang! Warga Bakal Balik Pakai Kendaraan Pribadi
-
Jangan Cuma Pelaku Lapangan! Mabes Polri Harus Bongkar Otak Sindikat Narkoba di Katingan
-
Detik-detik Kecelakaan Maut Dekat Patung Kuda, Pengendara Aerox Tiba-tiba Oleng hingga Tak Tertolong
-
Diprotes Netizen, Dasco Sebut Ucapan Ultah untuk Nadiem Makarim Cuma Ulah Admin Baru
-
Diwarnai Dugaan Teror, Sengketa Lahan Club de Arjuna Diminta Diselesaikan di Pengadilan
-
Catatan Merah Komnas HAM, Demo Agustus-September 2025 Jadi Momentum Evaluasi
-
Hafid Abbas Curiga Dana Bansos Tak Dipakai buat MBG demi 'Bagi-bagi Amplop' di Pemilu