Suara.com - Buat ribuan petani di wilayah Palestina Jalur Gaza, musim panen buah zaitun adalah kesempatan untuk memperoleh uang di tengah kondisi hidup dan ekonomi menyedihkan akibat pembatasan Israel atas gerakan orang dan barang.
Keluarga Kamal Obaid, dari Kota Gaza, bekerja bahu-membahu dalam memanen kebun zaitun mereka dengan luas delapan donum (satu donum sekitar 900 meter persegi lebih sedikit), di tengah suasana gembira.
Di Jalur Gaza, daerah kantung kecil yang dikuasai oleh Gerakan Perlawanan Islam (HAMAS), industri zaitun telah menjadi usaha utama buat ribuan petani.
Musim panen dirayakan secara besar oleh petani, yang menghabiskan sepanjang tahun untuk merawat pohon tersebut guna memastikan panen berlimpah buah zaitun dan produksi minyak zaitun dengan sangat bagus.
Setiap anggota keluarga Obaid, dari kakek sampai cucu, bersama-sama menyingsingkan lengan baju dan berusaha memanen pohon zaitun mereka.
Saat kaum lelaki memanen buah zaitun dengan menggunakan tangga panjang, kaum perempuan membantu dengan melakukan tugas lain, seperti diberitakan Antara yang dilansir dari Xinhua, Rabu (19/10/2016).
Sementara sebagian menyiapkan teh buat keluarga mereka, yang lain duduk di tanah dan memunguti buah zaitun serta menaruhnya untuk dijual.
Lelaki yang berusia 56 tahun itu percaya musim tahun ini adalah yang terbaik selama beberapa dasawarsa.
"Musim tahun ini sungguh luar biasa. Ini lebih bagus dibandingkan dengan tahun lalu. Musim lalu, seluruh produksi kebun ini tidak lebih dari 200 kilogram, tapi satu pohon dapat memproduksi sangat banyak musim ini, sungguh luar biasa," kata Obaid saat ia mengumpulkan buah zaitun segar.
Musim panen buah Zaitun di bagian lain wilayah Palestina dimulai pada awal Oktober sampai akhir November. Kebanyakan petani menjual tanaman mereka sebagai buah segar di pasar lokal, sedangkan yang lain membawa produksi mereka tempat pengolahan untuk dibuat minyak.
Puluhan ribu pohon zaitun, yang dipandang sebagai lambang kebudayaan Palestina, telah dicabuti oleh tentara Israel selama konflik militer dengan kelompok Palestina bersenjata dalam beberapa dasawarsa belakangan di Jalur Gaza.
Wilayah tersebut juga menghadapi blokade ketat Israel sejak HAMAS melalui kekerasan mengambil-alih wilayah itu, setelah mengusir tentara Pemerintah Palestina pada 2007.
Blokade Israel telah membuat dua juta warga Jalur Gaza terperosok makin jauh ke dalam kemiskinan dan angka pengangguran mencapai 43 persen.
Dalam beberapa tahun belakangan, Israel dan HAMAS telah terlibat dalam tiga perang besar yang merenggut ribuan nyawa orang Palestina.
Menurut data resmi, perang Israel terhadap Jalur Gaza pada 2014 menghancurkan 10.000 donum lahan yang ditanami buah dan tanaman lain, 5.000 di antaranya ditanami pohon zaitun.
Obaid adalah salah satu petani yang kehilangan sebagian pohon zaitun mereka dalam perang itu.
Obaida menambahkan, pohon yang dicabuti berusia lebih dari 60 tahun, dan mengatakan itu adalah kerugian sangat besar sebab pertanian adalah sumber utama penghasilan buat keluarga besarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Raih KWP Awards, Legislator NasDem Arif Rahman: Anggota DPR Harus Selalu Turun ke Rakyat
-
Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi,Turun ke Bawah!
-
Petugas PPSU di Pejaten Barat Tewas Ditabrak Mobil Saat Sedang Menyapu
-
Aksi Kamisan ke-904, Sumarsih: Perjuangan Ini Lahir dari Cinta
-
Bukan Sekadar Pajangan, Andre Rosiade Dedikasikan Penghargaan KWP Awards 2026 untuk Rakyat Sumbar
-
Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci
-
Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten
-
Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal
-
DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH
-
Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah