Rusunawa Rawa Bebek, Jakarta [suara.com/Yulia Enggarjati]
Bagaimana keadaan warga Bukit Duri setelah direlokasi ke rumah susun sederhana sewa Rawa Bebek, sekarang, kerab menjadi pertanyaan. Apakah penghidupan mereka setelah direlokasi pemerintahan Gubernur Jakart Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari kampung kumuh ke rusunawa membaik atau sebaliknya?
Wartawan Suara.com menemui beberapa warga di rusunawa yang terletak di Jalan Inspeksi Kanal Timur, Pulo Gebang, Cakung, Kota Jakarta Timur, Rabu (19/10/2016) siang, untuk menangkap geliat kehidupan mereka
Warga bernama Wulan (25) sedang duduk-duduk dan sesekali melayani pembeli es teh ketika ditemui Suara.com. Dia mengatakan nafkahnya tak berubah setelah tinggal di rusunawa.
"Ya untuk makan sehari-hari saja susah, paling makannya mie lagi yang murah, orang penghasilan jualan saja satu hari paling Rp50 ribu," katanya
Wartawan Suara.com menemui beberapa warga di rusunawa yang terletak di Jalan Inspeksi Kanal Timur, Pulo Gebang, Cakung, Kota Jakarta Timur, Rabu (19/10/2016) siang, untuk menangkap geliat kehidupan mereka
Warga bernama Wulan (25) sedang duduk-duduk dan sesekali melayani pembeli es teh ketika ditemui Suara.com. Dia mengatakan nafkahnya tak berubah setelah tinggal di rusunawa.
"Ya untuk makan sehari-hari saja susah, paling makannya mie lagi yang murah, orang penghasilan jualan saja satu hari paling Rp50 ribu," katanya
Dengan penghasilan yang pas-pasan, bahkan lebih sering kurang, dia berharap uang sewa unit rusunawa nanti tak maha. Untuk sekarang, Wulan dan warga eks Bukit Duri belum dikenakan biaya sewa. Mereka masih gratis sampai sekitar tiga bulan setelah direlokasi.
"Saya sih berharap biaya sewanya jangan mahal-mahal, belum dikasih tahu berapa. Di sini juga pengeluarannya lebih gede, listrik cepet habis di sini, air baru sedikit saja sudah Rp40 ribu cuma tiga orang sama anak, listrik Rp80 ribu satu bulan," ujarnya.
Kesulitan lain yang dirasakan Wulan ialah ketika hendak belanja kebutuhan dapur ke pasar. Lokasi rusunawa, menurutnya, jauh dari pasar, ditambah lagi minim angkutan umum.
"Di sini mau kemana-mana jauh banget, susah, kendaraan kan nggak ada, paling busway. Nunggunya juga lama banget, padahal ada dua, tapi lama terus," katanya.
Warga rusunawa bernama Yanti (38) juga mengeluhkan penghasilan sejak dipindah ke sini.
"Selain tempatnya yang jauh, kalau buat usaha di sini nggak bisa. Dapat buat makan saja sudah alhamdulillah," katanya.
Jika disuruh memilih tempat tinggal, Yanti mengaku akan tetap tinggal di Kampung Bukit Duri karena di sana representatif untuk warga seperti dia.
"Enak di sana dari pada di sini, di sini penghasilan nggak jelas, kalau di sana yang belanja kan orang darimana aja. Saya belanja kebutuhan juga jauh di Pasar Kramatjati, duitnya habis diongkos," katanya.
Yanti juga mengeluh semenjak pindah ke rusunawa, sering kurang enak badan. Ternyata penyebabnya karena tiap hari harus naik turun tiga lantai. Kamarnya berada di lantai tiga.
"Saya sakit terus di sini, karena naik turun tangga terus, kaki saya sampai bengkak, naik turun ke lantai tiga," ujarnya.
Warga bernama Rohana (32) juga mengeluh. Dia mengeluh karena penghasilan dari berdagang sembako di rusunawa tak begitu besar. Dia khawatir jika nanti biaya sewanya mahal, penghasilan dari jualan hanya buat bayar sewa rusunawa.
"Ya paling satu hari berapa sih, mudah-mudahan biaya sewa murah deh. Kita kan punya uang bukan cuma buat biaya sewa rumah saja, kita kan punya anak, jajan sekolah anak, belum bayaran les, bayar ngaji," katanya. (Yulia Enggarjati)
Warga rusunawa bernama Yanti (38) juga mengeluhkan penghasilan sejak dipindah ke sini.
"Selain tempatnya yang jauh, kalau buat usaha di sini nggak bisa. Dapat buat makan saja sudah alhamdulillah," katanya.
Jika disuruh memilih tempat tinggal, Yanti mengaku akan tetap tinggal di Kampung Bukit Duri karena di sana representatif untuk warga seperti dia.
"Enak di sana dari pada di sini, di sini penghasilan nggak jelas, kalau di sana yang belanja kan orang darimana aja. Saya belanja kebutuhan juga jauh di Pasar Kramatjati, duitnya habis diongkos," katanya.
Yanti juga mengeluh semenjak pindah ke rusunawa, sering kurang enak badan. Ternyata penyebabnya karena tiap hari harus naik turun tiga lantai. Kamarnya berada di lantai tiga.
"Saya sakit terus di sini, karena naik turun tangga terus, kaki saya sampai bengkak, naik turun ke lantai tiga," ujarnya.
Warga bernama Rohana (32) juga mengeluh. Dia mengeluh karena penghasilan dari berdagang sembako di rusunawa tak begitu besar. Dia khawatir jika nanti biaya sewanya mahal, penghasilan dari jualan hanya buat bayar sewa rusunawa.
"Ya paling satu hari berapa sih, mudah-mudahan biaya sewa murah deh. Kita kan punya uang bukan cuma buat biaya sewa rumah saja, kita kan punya anak, jajan sekolah anak, belum bayaran les, bayar ngaji," katanya. (Yulia Enggarjati)
Tag
Komentar
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Mengapa Donald Trump Unggah Foto Dirinya Mirip Yesus?
-
Iran Sebar Video AI Yesus Pukul Kepala Donald Trump Sampai Jatuh ke 'Neraka'
-
8 Fakta Serangan Donald Trump ke Paus Leo XIV yang Tak Henti-Henti
-
Berani! Anggota DPR Polandia Pamer Bendera Israel Bergambar Nazi di Sidang Parlemen
-
Menaker Dorong Balai K3 Perkuat Pencegahan, Tekan Angka Kecelakaan Kerja
-
Dalih Akses Sulit, Pasukan Oranye di Matraman Sapu Sampah ke Sungai: Langsung Kena SP1
-
Bela Donald Trump, Ketua DPR AS Sebut Paus Leo XIV Harusnya Siap Dikomentari
-
PM Armenia Pamer Kedeketan dengan Rusia, Komunikasi Sangat Intensif
-
Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran
-
Rusia Bela Hak Nuklir Iran, Lavrov Sebut Pengayaan Uranium untuk Tujuan Damai