Suara.com - Perwakilan Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Kemenkopohukam) melakukan klarifikasi ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) pencurian detonator atau alat pemicu bom di gudang bahan peledak milik PT Adaro Indonesia.
Hal ini disampaikan Kasatreskrim Polres Tabalong AKP Wisnu Hadi di Tanjung, Minggu (23/10/2014) terkait kedatangan tim dari Kemenpolhukam untuk memperjelas kejadian hilangnya 183 detonator di wilayah operasional PT Adaro Indonesia.
Tim dari Kementerian Polhukam hanya melakukan klarifikasi di lokasi pencurian detonator dan penyelidikan kasus ini terus dilakukan untuk mengungkap pelakunya.
Sebelumnya kedatangan tim dari Kemenpolhukam diantaranya Brigjen Wakin Mardiwiyono disambut langsung oleh Kapolres Tabalong AKBP ZUhdi Batubara, Wakapolres Kompol Henri Novika Chandra serta sejumlah kepala satuan lainnya.
Terkait kasus ini Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Selatan Brigjend Polisi Erwin Triwanto kepada Antara mengatakan detonator milik PT Adaro yang hilang hanya bisa digunakan dengan alat khusus.
Tentunya untuk menggunakan alat pemicu bom ini harus melibatkan tim ahli peledakan dan alat khusus yang dimaksud hanya dimiliki PT Dahana selaku kontraktor alat peledak di PT Adaro Indonesia.
Sementara itu terkait pengungkapan kasus pencurian 183 detonator yang terjadi pada 5 Oktober 2016 ini Polres Tabalong sudah memeriksa sekitar 21 saksi mulai dari kalangan pekerja di bagian gudang bahan peledak, satuan pengamanan yang terlibat hingga pihak kontraktor pengadaan alat pemicu bom ini. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Anak Sekolah Rawan Terinjak di Demo Makan Gratis Batam: Siapa yang Harus Diseret ke Hukum?
-
Kecelakaan Truk di Flyover Tomang, Material Besi Berserakan Lumpuhkan Jalur
-
Israel Panik Ketegangan AS-Iran Mereda, Sebut Pejanjian Damai akan Untungkan Hizbullah
-
Wall Street Panik Ditinggal Gen Z? Eks Gubernur New York Dorong Saham AS Mudah Dibeli Warga Global
-
Prabowo Kunker ke Gorontalo Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII 2026
-
Implementasi 'Menambang dengan Hati', NHM Sukses Fasilitasi Operasi Jantung Warga Doro di Jakarta
-
Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
-
Polda Jabar Libatkan Ahli Kejiwaan untuk Dalami Kondisi Psikologis Taufik Hidayat
-
Realita Pahit Dunia Kerja: Antrean 2 Km di Malaysia dan Bayang-Bayang PHK di Indonesia
-
Berkat Jejak Transaksi Daring, Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung Ditangkap