Suara.com - Ruangan Mahkamah Kehormatan DPR ternyata memiliki tiga pintu untuk keluar dan masuk. Padahal selama ini banyak yang berpikir kantor MKD hanya memiliki satu pintu. Dari pintu utama, pengunjung hanya melihat ruangan sekretariat, sidang, dan pimpinan.
Keberadaan pintu-pintu tersebut ketahuan ketika sidang kasus dugaan pelanggaran etika anggota Komisi III DPR dari Fraksi Demokrat Ruhut Sitompul, Kamis (27/10/2016).
Sepuluh anggota MKD dan Ruhut kok tak keluar-keluar, padahal sidang sudah berlangsung sejak dua jam yang lalu.
"Nunggu apa mbak, mas?" kata staf sekretariat MKD kepada wartawan yang menunggu Ruhut dan anggota mahkamah di depan pintu tempat Ruhut, Ketua MKD Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua MKD Hamka Haq, Wakil Ketua MKD Syarifuddin Sudding, dan Wakil Ketua MKD Adies Kadir, tadi masuk.
Staf mahkamah kemudian mengatakan mereka sudah tidak berada di ruangan sidang.
Karena wartawan tak percaya, dia mengajak seorang wartawan untuk masuk.
"Nggak ada siapa-siapa lagi di dalam, kalau nggak percaya, satu orang ikut saya," tuturnya.
Kantor MKD tempat sidang Ruhut tadi merupakan ruangan baru. Kantor sebelumnya di gedung Nusantara II dianggap terlalu sempit sehingga dipindah ke Nusantara I.
Kantor MKD di Nusantara II terdiri dari satu ruang sidang, sekretariat, dan pimpinan yang posisinya berjejeran. Untuk ke sana, melewati satu pintu.
Sedangkan di kantor MKD Nusantara I yang terlihat hanya satu pintu utama untuk menghubungkan ke ruangan-ruangan di dalamnya.
Setelah ditelusuri, ternyata ada ruangan di belakang MKD. Ruangan tersebut digunakan untuk area merokok. Dari ruangan tersebut bisa tersambung ke Nusantara I.
Wakil Ketua MKD mengonfirmasi keberadaan pintu rahasia itu. Dia mengakui ada tiga pintu yang bisa digunakan untuk keluar masuk.
Namun, Dasco membantah pintu tersebut untuk menghindari wartawan. Penggunaan pintu tersebut, katanya, hanya sebatas untuk efisensi waktu.
"Emang nggak lewat sini (pintu depan)? Pada lewat pintu belakang. Biar bisa langsung ke Komisi III. Soalnya di Komisi III ada rapat," kata Dasco.
Siang tadi, Ruhut disidang setelah dilaporkan pengacara bernama Achmad Supiyadi. Supiyadi menduga Ruhut melanggar Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik dan Aturan Kode Etik DPR karena melontarkan kata-kata kasar di Twitter.
Berita Terkait
-
Ruhut Sitompul Sentil Pelapor Pandji Pragiwaksono: Gagal Total dan Bikin Malu
-
Jarang Hadir Rapat, Bambang Soesatyo Dilaporkan ke MKD DPR RI
-
Pembahasan KUHAP Diperkarakan ke MKD, Puan Sebut DPR Sudah Libatkan Banyak Pihak: Prosesnya Panjang
-
Adies Kadir Mulai Aktif Lagi, Puan Bilang DPR Tak Perlu 'Woro-woro'
-
Dilaporkan ke MKD, Komisi III Bantah Catut Nama LSM dalam Pembahasan RKUHAP
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan