Suara.com - PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional I akan memberlakukan pemberhentian sementara di Stasiun Jatinegara bagi penumpang yang menggunakan kereta api eksekutif.
Hal ini menyusul adanya aksi unjuk rasa sejumlah organisasi massa Islam untuk menuntut proses hukum terhadap Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama atau atas dugaan penistaan agama, yang akan digelar pada Jumat (4/11/2016).
Senior Manager Humas PT KAI Daop I, Sapto Hartoyo mengatakan pemberhentian tersebut, bertujuan untuk mengantisipasi kemacetan di sekitar Kawasan Stasiun Gambir bagi pengguna Kereta Api.
"Jadi penumpang Kereta Api yang kesulitan untuk menuju ke Gambir, nantinya para penumpang bisa naik dari Stasiun Jatinegara, dimana biasanya Kereta Api yang keberangkatan dari Stasiun Gambir tidak berhenti di Stasiun Jatinegara. Hal ini demi memudahkan pelayanan penumpang," ujar Sapto kepada wartawan dalam pesan singkatnya, Kamis (3/11/2016).
Adapun pemberlakuan sementara tersebut, hanya KA 14 Argo Muria dengan jadwal keberangkatan pukul 07.00 WIB, sampai dengan KA 48 Sembrani yakni jadwal keberangkatan pukul 19.15 WIB.
Oleh karena itu, Sapto mengatakan, penumpang yang telah memiliki jadwal keberangkatan tersebut dapat berangkat dari Stasiun Jatinegara. Ia menambahkan, pihaknya juga telah menyiapkan petugas di Stasiun Jatinegara.
"Pastikan selalu nama yang tertera pada tiket atau kode booking Anda sesuai dengan nama yang tertera pada kartu identitas Anda, kita juga menyiagakan petugas untuk membantu pelayanan penumpang di sana," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
-
Selamat Jalan Eyang Meri, Pendamping Setia Sang Jenderal Jujur Kini Beristirahat dengan Damai
-
Sosok Meriyati Roeslani, Istri Jenderal Hoegeng yang Meninggal pada Usia 100 Tahun
Terkini
-
MGBKI Dukung Putusan MK soal Kolegium Dokter Spesialis, Tegaskan Independen dan Berlaku Langsung
-
Perluasan Digitalisasi Bansos di 41 Daerah, Gus Ipul: Transformasi Bangsa Mulai Dari Data
-
Menko Yusril: Pemerintah Siapkan Kerangka Aturan Cegah Risiko TPPU di Sistem Pembayaran Cashless
-
Kewenangan Polri Terlalu Luas? Guru Besar UGM Desak Restrukturisasi Besar-Besaran
-
Keppres Adies Kadir jadi Hakim MK Sudah Diteken, Pelantikan Masih Tunggu Waktu
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Kabar Krisis Iklim Bikin Lelah, Bagaimana Cara Mengubahnya Jadi Gerakan Digital?
-
Anggota DPR Tanya ke BNN: Whip Pink Mulai Menggejala, Masuk Narkotika atau Cuma Seperti Aibon?
-
Lisa BLACKPINK Syuting di Kota Tua, Rano Karno: Bagian dari Proyek Raksasa Jakarta
-
Saat Daerah Tak Sanggup Bayar Gaji ASN, Siswa SD di NTT Menyerah pada Hidup Demi Buku Tulis