Suara.com - Mencuatnya kasus dugaan penistaan agama yang dituduhkan kepada calon petahana gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berawal dari potongan video yang diunggah dosen London School of Public Relations bernama Buni Yani.
Setelah video viral di media sosial dan menjadi kontroversi, awal November 2016, Buni Yani dilaporkan Komunitas Advokat Muda Ahok-Djarot ke Polda Metro Jaya atas dugaan penyebaran fitnah di medsos. Dia dilaporkan dengan Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Bagaimana perkembangan laporan tersebut? Ketua Komunitas Advokad Muda Ahok-Djarot, Muannas Alaidid, mengatakan dia dan dua rekannya telah dimintai keterangan oleh penyidik Polda Metro Jaya sebagai pelapor.
"Dari pihak kita sudah diperiksa semua. Yang pasti itu perkara disidiknya di polda karena beberapa pihak dari kita sudah di BAP. Ada tiga orang," kata Muannas kepada Suara.com, Kamis (3/11/2016).
Kasus tersebut ditangani Subdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.
"Perkembangan terakhir mereka mau periksa saksi ahli. Unit Cyber Crime Polda Metro yang tangani," kata dia.
Kasubdit Cyber Crime Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Roberto Pasaribu mengatakan sampai sejauh ini penyidik belum memeriksa Buni Yani.
"Masih pemeriksaan saksi-saksi. Masih proses penyidikan. Yang bersangkutan (Buni Yani) belum bisa dimintai keterangan," kata dia.
Buni Yani belum diperiksa karena dia berada di luar kota. Roberto tidak menyebutkan dimana Buni Yani berada dan sedang apa di luar kota Jakarta.
"Katanya lagi diluar kota, minggu depan lah kita panggil. " kata dia.
Kendati demikian, kata Roberto, penyidik masih terus menelusuri sumber dari video yang diunggah Buni Yani.
"Lagi cari sumber videonya dulu. Video yang diunggah sama dia itu," katanya.
Kasus dugaan penistaan agama yang dituduhkan kepada Ahok sekarang juga tengah ditangani Bareskrim Polri. Siang tadi, Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab dimintai keterangan sebagai saksi ahli agama.
Gara-gara kasus tersebut, ormas Islam dari berbagai daerah akan demonstrasi ke Istana Merdeka, besok, untuk menuntut proses hukum terhadap Ahok dilanjutkan terus.
Berita Terkait
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor
-
Kesaksian Ahok di Kasus Korupsi Pertamina Bikin Geger, Sentil Menteri BUMN
-
Pakar UGM Bongkar Akar Masalah BUMN: Titipan Politik Bikin Rugi dan Rawan Korupsi
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?
-
Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba