Suara.com - Juru Bicara Front Pembela Islam Munarman mengaku siap ditangkap oleh pihak Kepolisian jika ingin mengusut kerugian akibat kericuhan dalam demo besar-besaran 4 November kemarin. Munarman tak takut karena sudah pernah mengalaminya 2008 lalu.
Hal ini disampaikan Munarman menanggapi pernyataan polisi yang akan meminta tanggung jawab pada pihak pendemo karena berujung ricuh.
"Kalau mau menangkap, tangkap saya. Lagi-lagi saya bilang, saya tawari tangkap saya kalau memang dianggap melanggar hukum. Saya juga minta polisi tahun 2008 untuk tangkap saya" kata Munarman di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Sabtu (5/11/2016).
Munarwan mengatakan aksi yang diperkirakan diikuti dua juta lebih pegunjuk rasa ini sama sekali tak melanggar hukum. Justru, dia menuduh aparatlah memancing ricuh.
"Tidak ada pelanggaran hukum. Seperti yang kita saksikan dalam video tadi, malah polisi mengeluarkan tembakan gas air mata saat Habib Rizieq sedang memimpin doa, kita sedang berdoa," katanya.
Munarman balik mendesak polisi bertanggung jawab atas peristiwa yang menyebabkan adanya korban pingsan hingga meninggal.
"Peristiwa kemarin, yang berani mengeluarkan tembakan gas air mata ke massa itu harus dimintai pertanggungjawaban. Saya dukung Kapolri untuk memecatnya," kata Munarman.
Untuk diketahui, aksi damai yang dilakukan pada tanggal 4 November kemarin buntut dari adanya ucapan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang menyinggung isi Surat Al-Maidah 51. Sebagian umat Islam menilai bahwa Ahok menista Alquran dan harus diproses hukum.
Meskipun sedang diproses, massa yang berasal.dari berbagai elemen Islam tersebut menilai pihak Kepolisian tidak cepat dalam menanganinya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Jenguk 72 Siswa di Jaktim yang Keracunan Makanan, Pramono: Kondisinya Mulai Stabil
-
Tragis! Niat Cari Makan, Karyawan Laundry Tewas Tersambar KRL di Pancoran
-
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Said Abdullah Desak PBB Seret Israel ke Mahkamah Pidana Internasional
-
Perkuat Hak Saksi dan Korban, Komisi XIII DPR dan Pemerintah Mulai Bahas RUU PSDK dengan 491 DIM
-
Halmahera Tengah Membara, Wagub Malut dan Petinggi TNI-Polri Turun Tangan Redam Bentrok Antarwarga
-
Tragedi Maut di Proyek TB Simatupang: Niat Menolong Berujung Petaka, 4 Pekerja Tewas
-
Plt Ketum PPAD Komaruddin: Purnawirawan TNI AD Harus Jadi Perekat Persatuan, Tak Mudah Terprovokasi
-
KPK Wanti-wanti Investasi Rp6,74 Triliun di Kawasan Industri, Ini Titik Rawan yang Disorot
-
BPKP Tegaskan Kerugian Rp1,5 T Kasus Korupsi Chromebook Nyata, Ini Penjelasannya
-
Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI