Suara.com - Penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) akan memeriksa Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di salah satu gedung Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (7/11/2016).
Ahok akan diperiksa atas laporan kasus dugaan penistaan agama.
Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto mengatakan, alasan Ahok di periksa di gedung Mabes Polri, bukan di gedung Bareskrim yang terletak di kawasan Gambir adalah demi keamanan.
"Alasannya keamanan. Kan (di Bareskrim Gambir) banyak kantor lain, sehingga dikhawatirkan menimbulkan ketidaknyamanan. Kan kami di sana (kantor KKP) numpang," kata Ari saat dikonfirmasi.
Dia menjelaskan, Ahok dijadwalkan diperiksa penyidik sekitar pukul 09.00 WIB. Namun ia tak menyebutkan digedung apa persisnya Ahok diperiksa di Mabes Polri.
"Rencana standar jam 09.00 WIB, kami tidak mengecoh," ujar dia.
Ari mengatakan, Ahok diperiksa hari ini untuk mendalami materi perkara. "Masih ada pendalaman terkait dengan keterangan ahli yang berkembang, sehingga masih perlu penajaman."
Gubernur DKI Jakarta non aktif itu sempat berpidato di depan warga Kepulauan Seribu pada tanggal 27 September 2016. Ahok bilang, program budi daya ikan kerapu di Kepulauan Seribu akan tetap berjalan meskipun ia tak terpilih lagi.
"Jadi enggak usah pikirin,'Ah nanti kalau enggak kepilih pasti ahok programnya bubar.' Enggak, saya (jadi gubernur) sampai Oktober 2017. Jadi jangan percaya sama orang. Kan, bisa saja dalam hati kecil bapak-ibu engga bisa pilih saya. Karena dibohongin pakai Surat Al Maidah 51 macem-macem gitu lho (orang-orang tertawa). Itu hak bapak-ibu ya. Jadi kalau bapak-ibu perasaan enggak bisa pilih saya takut masuk neraka dibodohin gitu ya enggak apa-apa, karena ini kan panggilan pribadi bapak-ibu. Program ini jalan saja."
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!
-
PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi
-
Aplikasi ShopeePay Perkenalkan Kampanye Terbaru Pasti Gratis Kirim Uang ke Bank dan E-Wallet
-
Kabar Terkini Insiden Stasiun Bekasi Timur: 17 Penumpang Dirawat, KAI Siaga Layanan Trauma Healing
-
Mahfud Tegaskan Gaya Militer Tak Cocok dalam Budaya Polri, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Laga Persija vs Persib Digelar di Samarinda, PT LIB: Bobotoh Tetap Dilarang Hadir!
-
Mahfud Sebut Diskusi Reformasi Polri dengan Prabowo Berlangsung Hangat dan Mengasyikkan
-
Reformasi Polri: Kompolnas Bakal Diperkuat Jadi Lembaga Independen dengan Kewenangan Eksekutorial
-
Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Rangkap Jabatan Polri Dibatasi Lewat UU ASN
-
Misteri Sopir Minibus Tewas Membiru di Cengkareng: Mesin Masih Menyala, Ada Obat-obatan di Dasbor