Suara.com - Kemenangan Donald Trump dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS) memang mengejutkan. Tak hanya Hillary Clinton, sang rival dan para pendukungnya saja yang terkejut, media, dan publik internasional pun dibuat terperangah dengan perolehan "electoral vote" Trump yang jauh melebihi Clinton.
Seperti diketahui, Trump merebut 276 electoral vote, melebihi ambang 270 electoral vote yang dibutuhkan untuk memenangkan pilpres. Clinton, yang selama ini difavoritkan dalam berbagai jajak pendapat, hanya meraih 218 electoral vote. Lalu, apa yang membuat Clinton bisa kalah sedemikian jauh dari Trump?
Mengutip dari The Independent, salah satu hal yang mungkin menjadi penyebab kekalahan Clinton, adalah skandal email yang selama ini menjadi batu sandungan bagi Clinton dalam perjalanannya menuju Gedung Putih.
Seperti diketahui, Clinton jadi bulan-bulanan lantaran kedapatan menggunakan server email pribadinya untuk keperluan korespondensi resmi, saat dirinya menjabat sebagai menteri luar negeri AS. Semestinya, Clinton menggunakan server federal.
Memang, Clinton sempat dinyatakan tidak melakukan pelanggaran dalam kasus tersebut oleh Direktur Biro Penyidik Federal (FBI) James Comey pada Juli lalu. Namun, sejumlah jajak pendapat mengungkap bahwa lebih dari separuh responden menganggap Clinton telah melakukan pelanggaran hukum.
Namun, sebelas hari menjelang hari H pilpres, seperti dikutip dari CNN, Comey mengumumkan bahwa FBI menemukan sejumlah email baru yang kemungkinan relevan untuk dipakai dalam penyelidikan kasus tersebut. Uniknya, kurang dari 48 jam jelang pencoblosan, Comey menyatakan bahwa email-email baru tersebut tidak memiliki potensi pelanggaran oleh Clinton.
Kendati begitu, sepertinya klarifikasi tersebut sudah terlambat. Keunggulan Clinton atas Trump di berbagai jajak pendapat kian menipis. Keunggulan itu pun akhirnya berbalik saat perhitungan suara mulai masuk, Trump-lah yang sepertinya diinginkan oleh lebih banyak orang Amerika.
Kita menyaksikan bagaimana Donald Trump menjadi sasaran empuk isu pelecehan seksual di masa lalu, termasuk kemunculan dirinya di sejumlah video kontroversial. Namun, Clinton pun dihantam sejumlah isu, seperti isu gender.
Masalah kesehatan yang ia alami pada bulan September pun sepertinya jadi salah satu faktor pemicu kekalahan. Tertangkap kamera hampir ambruk di acara peringatan serangan 11 September, Clinton ketahuan menderita pneumonia. Isu tersebut sempat dijadikan objek bagi Trump untuk melakukan serangan.
Kekalahan Clinton pada 8 November 2016 amat mengejutkan. Para pendukung yang berkumpul di basis-basis pemenangannya hanya bisa tertunduk dan menangis, menyaksikan negara bagian demi negara bagian "memerah" sebagai tanda kemenangan kubu Trump. (Independent/CNN)
Berita Terkait
-
Sebut AS Siap Akhiri Perang, Rusia Kasih Syarat: Pasukan Ukraina Angkat Kaki dari Donbas
-
Warga AS Sambut Kedatangan Timnas Iran di Piala Dunia 2026 dengan Tangan Terbuka
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Xi Jinping Ancam Donald Trump Perang Terbuka Jika AS Terus Ikut Campur Urusan Taiwan.
-
Warisan Mao Zedong! Fakta Great Hall of the People yang Jadi Lokasi Pertemuan Trump-Xi
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
Terkini
-
Transjakarta Tutup Halte Kebon Sirih Arah Selatan Mulai Jumat Malam, Ini Pengalihannya
-
Dugaan Prostitusi Anak di Jakbar, Mucikari hingga Kasir Karaoke Jadi Tersangka
-
Rano Karno Bawa Jakarta Kolaborasi dengan Milan, Ruang Publik Bakal Lebih Artistik
-
Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026
-
Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!
-
Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD
-
Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..
-
Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya
-
Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat
-
Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!