Suara.com - Panitia Pengawas Pemilihan Umum Jakarta Barat berencana memanggil calon wakil gubernur Jakarta petahana Djarot Saiful Hidayat pada Senin (14/11/2016). Dia akan dimintai keterangan terkait kehadiran Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi di acara kampanye Djarot di Kembangan, Jakarta Barat, pada Rabu (9/11/2016).
"Baru rencanannya (panggil Pak Djarot), surat pemanggilan juga baru dilayangkan besok pagi. Kami mau crosscheck doang," ujar Ketua Panwaslu Jakarta Barat Puadi, Jumat (11/11/2016).
Puadi menduga Anas bersikap tidak netral di pilkada.
Rencana pemanggilan terhadap Djarot menindaklanjuti surat yang diterbitkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi tanggal 22 Juli 2015. Menteri Yuddy mengatur seluruh aparatur sipil negara harus netral di pilkada.
"Terkait masalah netralitas ASN saja. Kemudian di situ (acara Djarot kampanye) ada Pak Anas. Ya kemudian kan media menginformasikan ada ketidak netralan," kata Puadi.
Pagi tadi, sekitar pukul 10.00 WIB, Panwaslu Jakbar telah meminta keterangan Anas.
"Intinya karena dia (Anas) yang punya wilayah. Kondisi saat itu kan ada penolakan di Kembangan, dan warga ramai. Informasinya dia mengamankan kondisi di lapangan karena dia yang punya wilayah. Ini wilayah saya, gitu kata dia," kata Puadi.
Berita Terkait
-
Jokowi Bakal Keliling Indonesia, Djarot PDIP: Silakan, Bagus Kalau Sambil Tunjukkan Ijazah Asli
-
Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi, Turun ke Bawah!
-
Rakernas I 2026: PDIP Bakal Umumkan Sikap Resmi Terkait Wacana Pilkada di Akhir Acara
-
PDIP Pasang Badan untuk Pandji, Djarot: Negara Jangan Mudah Tersinggung Oleh Kritik
-
Dedi Mulyadi Akui Marketnya Makin Luas Gara-Gara Sering Ngonten, Mau Nyapres?
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal
-
Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha