Suara.com - Rehat sejenak dari hiruk pikuk politik di Jakarta. Di lereng Gunung Sindoro, Desa Tlahab, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, tradisi nyadran kali tetap terjaga.
"Kami harapkan tradisi nyadran ini bisa menjadi salah satu daya tarik wisata, baik bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara bisa terjun langsung mengikuti prosesi nyadran kali ini," kata Kepala Desa Tlahab, Irwan, di Temanggung, Jumat (11/11/2016).
Tradisi nyadran kali itu dilaksanakan di mata air Sidandang Desa Tlahab, Kecamatan Kledung.
Tlahab merupakan salah satu desa wisata di Kabupaten Temanggung. Desa di lereng Gunung Sindoro ini memiliki kawasan wisata alam, yakni Posong.
"Selama ini Posong menjadi salah satu tujuan wisata alam yang kami andalkan, tradisi tahunan ini bisa menjadi daya tarik wisata sehingga bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke desa kami," katanya.
Tradisi nyadran kali digelar oleh petani tembakau di Desa Tlahab setiap hari Jumat Kliwon di bulan Sapar dengan membawa tenong berisi ingkung serta nasi tumpeng ke mata air Sidandang sebagai rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Para petani di desa yang dikenal sebagai penghasil tembakau dan kopi arabika ini dalam rangkaian nyadran kali juga menggelar mujahadah bersama di masjid desa, pergelaran wayang kulit dua hari dua malam.
"Meskipun hasil panen tembakau tahun ini tidak seperti yang diharapkan, para petani tetap mengelar tradisi nyadran kali ini," katanya.
Dalam tradisi tersebut, sebelum matahari terbit, ratusan warga Desa Tlahab mulai berbondong-bondong menuju mata air Sidandang, dengan khusuk mereka mengikuti semua prosesi dalam ritual tersebut.
Sejak dulu ritual ini memang digelar pada pagi buta. Kami tetap mempertahankan warisan budaya nenek moyang kami, tidak satu pun prosesi dalam ritual ini yang kami tinggalkan.
"Ritual selamatan desa ini sudah berlangsung secara turun temurun," kata Kaur Kesra Desa Tlahab, Alif Misiyat usai memimpin doa bersama.
Selain ungkapan rasa syukur atas nikmat air yang melimpah dan kesehatan serta keamanan, menurut dia, nyadran juga untuk mendoakan pendiri desa setempat yakni Kyai Jogorekso.
Nyadran ini juga untuk mengingatkan kepada warga agar bisa menyatu dengan alam, ikut menjaga dan melestarikan alam dan lingkungan.
"Sebagai petani, kami setiap hari berbaur dengan alam, mereka juga harus merawat dengan baik sehingga alam dan lingkungan serta mata air melimpah rahmat dari Allah ini bisa terus terjaga hingga anak cucu," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Apa Itu Nyadran Jelang Ramadan? Ini Sejarah dan Tata Cara Pelaksanaannya
-
Asal Usul Nyadran, Tradisi Masyarakat Jawa yang Masih Lestari Jelang Ramadan
-
Nyadran 2026 Tanggal Berapa? Catat Jadwalnya dan Pahami Maknanya Bagi Gen Z
-
Belajar dari Pesisir Sidoarjo: Nyadran, Kupang, dan Kesadaran Merawat Laut
-
Doa Nyadran Jelang Ramadhan, Ini Panduan Lengkap dan Adab Ziarah Makam
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka