Suara.com - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsudin menunda melaporkan balik Forum Silaturahmi Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Lintas Generasi ke Bareskrim Polri. Forum tersebut tadinya akan dilaporkan karena dianggap menuding Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memprovokasi massa menjelang demonstrasi 4 November.
"Sebenarnya kami mau melaporkan balik Pasal 317, tapi ternyata laporan mereka tak diterima karena legal standingnya tidak ada. Laporan kami juga tak punya dasar hukumnya, karena apa yang kami laporkan itu juga tak punya dasar hukum," kata Didi di Bareskrim Polri, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat.
Forum Silaturahmi Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Lintas Generasi membawa kasus tersebut ke Bareskrim Polri pada Jumat (11/11/2016). Tetapi, polisi tidak menindaklanjuti aduan mereka karena dianggap kurang bukti.
Didi menyayangkan sikap forum tersebut karena telah berimbas pada nama baik Yudhoyono.
"Jadi karena legal standingnya nggak ada, mereka kan sudah gembar-gembor kemana-mana, ini yang sedang kami pertimbangkan akan melakukan langkah tegas menyangkut pencemaran nama baik dan fitnah yang sedang kami siapkan," katanya.
Menurut Didi tindakan Forum Alumni HMI itu berpotensi melanggar Pasal 310 dan 311 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik.
"Tunggu saja langkah kami lebih lanjut, akan kami lihat dulu, ada potensi pencemaran nama baik dan fitnah, pasal 310 dan 311 KUHP," kata Didi.
BERITA MENAIK LAINNYA:
Ahok: Buat Apa Masuk ke Markas FPI, Satu Lawan 100
Kisah Cinta Antasari, Taklukkan Putri Pimpinan TNI Galak
Para Kyai dan Ulama Keluarkan Semua Uneg-uneg soal Ahok ke Jokowi
Jika Ahok Tersangka, Siapa Paling Diuntungkan? Ini Kata LSI
Berita Terkait
-
HMI Geruduk NasDem Tower: Tuntut Pecat Ahmad Sahroni, Ancam Bubarkan Partai!
-
Usai Diserang Isu SARA, RK Janji Bikin Program ke Vatikan dan Yerusalem, Apa Alasannya?
-
AMIN Teken 13 Pakta Integritas Ijtima Ulama, TPN Ganjar-Mahfud: Sudah Tak Laku, Lebih Khawatir Politik Dinasti
-
Ganjar Pranowo ke Pendukungnya: Haram Hukumnya Bawa Isu SARA!
-
Meski Anies Nyapres, HMI Nyatakan Tak Mau Dukung Siapapun di Pemilu 2024
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
Terkini
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos
-
Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden
-
Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas
-
Sowan ke MUI, KSP Dudung Siap Lapor Aspirasi Ulama ke Presiden Prabowo
-
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi
-
Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!
-
PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi