Suara.com - Para kyai dan ulama dari pondok pesantren wilayah Banten dan Jawa Barat berharap kepada Presiden Joko Widodo untuk bersikap netral dalam menangani kasus dugaan penistaan agama yang dituduhkan kepada Gubernur Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
"Kami minta Presiden beri instruksi yang ekstra ke kepolisian agar bisa kerja secara profesional, tidak pandang bulu. Kami apresiasi presiden sangat menerima pesan dari kami," kata Kyai Ahmad Ruhiyat, pengasuh pondok pesantren At Tarbiyah, Karawang Jawa Barat, usai pertemuan para kyai dan ulama dengan Presiden Jokowi di Istana Negara, Kamis (10/11/2016).
Para tokoh agama juga meminta Presiden terus menerus membangun konsolidasi dengan seluruh kyai dan ulama agar jangan terjadi demonstrasi 25 November sebagai kelanjutan demonstrasi 4 November.
"Kami mohon agar Presiden menindaklanjuti, komunikasi dengan tokoh dan ulama ini terus dilakukan, terutama dengan habaib, agar demo tidak terulang apalagi, ditunggangi sehingga akan merugikan bangsa kita," ujar dia.
Kyai Ahmad menilai meskipun Jokowi terlambat mengajak para kyai dan ulama bertemu, dia tetap mengapresiasi usaha Presiden untuk menciptakan situasi yang kondusif.
"Kami sampaikan ke Presiden bahwa ini (pertemuan dengan para ulama) terlambat, tapi lebih baik dari pada tidak sama sekali. Kami juga tekankan ke Presiden supaya demo tidak terulang lagi, nanti tanggal 25 November (rencana demonstrasi) yang di medsos sangat ramai itu, proses hukum terhadap Basuki Tjahaja Purnama harus dipercepat," kata dia.
Kyai Ahmad mengatakan dialog antara Presiden Jokowi dan kyai serta ulama tadi berlangsung santai, semua bebas mengemukakan pandangan.
"Kami sampaikan semuanya. Di antara kami semuanya diberikan kesempatan bicara oleh Presiden, kami bicara bebas, tidak formil. Kalau bisa keluarkan uneg-uneg apa saja terkait kasus Ahok," tutur dia.
Berita Terkait
-
Roman Politik di Balik Harlah Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?
-
Prabowo-Megawati Asyik Masyuk di Gedung Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?
-
PSI Lampung Siaga Satu Sambut Jokowi, Siapkan Agenda Besar Bareng Relawan Gibran
-
Agenda Keliling Indonesia Jokowi, Pengamat Nilai Ada Target Politik 2029
-
Jokowi Siap Safari Politik, Partai Besar Wajib Waspada Basis Suara Digoyang Demi PSI
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan
-
Besok Pagi, Transjakarta Blok M-Kota Tak Lewat Sudirman-Thamrin
-
6 Tanaman yang Bisa Mengusir Ular, Wajib Punya Salah Satunya di Rumah
-
Silmy Karim Tersangka, Pemerintah Belum Akan Tunjuk Wamen Imipas Baru
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Sabtu Pagi, DPR dan Pemerintah Gelar Pertemuan Bahas Evaluasi Perkembangan Ekonomi
-
Napas Jakarta Makin Berat, Pramono Serukan Tinggalkan Kendaraan Pribadi
-
Rekomendasi Akhir Pekan di Jakarta: Dari Indofest hingga Pameran Keris Nasional
-
KPK Pindahkan Penahanan Bupati Nonaktif Pati Sudewo ke Rutan Semarang
-
Berjalan Sesuai Rencana, Pembangunan Fisik Sekolah Rakyat Permanen di Jambi Capai 70%