Suara.com - Tersangka korupsi China yang paling dicari kembali dari Amerika Serikat, Rabu, setelah berubah sikap atas kebijakan Partai Komunis yang berkuasa memburu para pejabat yang menjadi buron hingga ke luar negeri.
Yang Xiuzhu, seorang mantan wakil direktur biro konstruksi Wenzhou di wilayah timur provinsi besar Zhejiang, menyerah kepada pihak berwajib setelah menghabiskan waktunya selama 13 tahun untuk bersembunyi di luar negeri, demikian laporan Komisi Sentral Inspeksi Disiplin, divisi Partai Komunis yang mengatasi pemberantasan korupsi, dalam lamannya.
Pada April tahun lalu, China memublikasikan daftar nama 100 buronan terbesar kasus korupsi yang menjadi target Interpol berdasarkan "red notice". Sebagian dari mereka tinggal di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia.
Pejabat di China mengumumkan beberapa kebijakan terkait Yang Xiuzhu. Menyarankan kepada perempuan tersebut tidak menolak dan menyerahkan diri serta tuntutan ringan sesuai dengan undang-undang, demikian lembaga tersebut dalam pernyataan terpisah.
Saudara pria tersangka yang menjadi pejabat daerah, Yang Jinjun, juga diburu terkait kasus korupsi, dikirim pulang ke China pada bulan September 2015. Hal itu merupakan yang pertama kali keberhasilan Beijing dalam memulangkan tersangka dari AS.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, mengatakan bahwa kepulangan perempuan tersebut merupakan keberhasilan signifikan dalam kerangka kerja sama China-AS untuk memberantas korupsi. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah AS.
Masyarakat internasional melangkah maju tidak memberikan toleransi dalam menghadapi korupsi, demikian kata Geng dalam pengarahan pers harian.
Yang melarikan diri dari China pada 2003 setelah pihak berwajib mulai melakukan investigasi atas tuduhan keterlibatannya dalam tindak kejahatan. Dia berusaha mendapatkan suaka politik dari Prancis, Belanda, dan AS.
Komisi Sentral Inspeksi Disiplin menyatakan Yang berinisiatif mencabut permohonan suaka dan memutuskan pulang ke negaranya serta menyerahkan diri.
Sayangnya, media tidak berhasil meminta komentar Yang atau kuasa hukumnya atau perwakilan dari keluarganya terkait hal itu.
Televisi milik pemerintah China secara langsung menyiarkan penyerahan diri Yang yang berkacamata itu, mengenakan jaket kerut warna abu-abu, dan celana gelap turun dari pesawat American Airlines dan hendak melalui imigrasi dikawal oleh dua penjaga.
China telah mengejar buronan di luar negeri dengan sandi operasi "Perburuan Serigala" terhadap para pejabat koruptor dan eksekutif bisnis yang telah melarikan diri ke luar negeri membawa aset mereka.
Hal itu bagian dari program Presiden Xi Jinping dalam memberantas korupsi.
Hal itu telah mendorong perjanjian ekstradisi, namun negara-negara Barat enggan untuk membantu, tidak ingin mengirimkan orang kembali ke negara yang dianggap oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia memperlakuan buruk para tersangka.
Yang yang dituduh melarikan 39 juta dolar AS saat menjabat Wakil Wali Kota Wenzhou kepada Reuters tahun lalu menyatakan tidak bersalah dan masuk dalam daftar buronan paling dicari. [Antara]
Tag
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Senyum Sumringah Pramono Kala Tiang Monorel Mangkrak di Kuningan Mulai Dibongkar
-
KPAI Soal Kisah Aurelie Moeremans: Child Grooming Kerap Tak Terdeteksi karena Minim Pengetahuan
-
Belajar dari Peristiwa Cilincing, DPRD DKI Imbau Warga Mandiri Matikan Sakelar Listrik Saat Banjir
-
Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Rasuna Said Dimulai, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
-
1.541 Personel Gabungan Dikerahkan Kawal Aksi Ojol di Kedubes ASMonas
-
Buruh Kembali Demo Besok: Dari Masalah Upah, Tolak Pilkada via DPRD Hingga Copot Wamenaker
-
KAI Daop 1 Jakarta Siapkan 158 Ribu Kursi Kereta untuk Libur Isra Miraj
-
Dua Pelaku Pembunuhan Pria di TPU Bekasi Ditangkap, Polisi Sebut Teman Lama Korban!
-
KPPPA Respons Pengakuan Aurelie Moeremans soal Child Grooming: Korban Harus Berani Speak Up!
-
Duka Banjir Cilincing, Pramono Anung Janji Beri Bantuan Usai 3 Warga Tewas Tersengat Listrik