- Tiga warga Cilincing, Jakarta Utara, meninggal tersengat listrik saat banjir pada Senin, 12 Januari 2026.
- Dua korban adalah pasangan suami istri dan satu korban adalah ibu rumah tangga di dua lokasi berbeda.
- Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta mendorong kesadaran warga memutus listrik dan meminta Pemprov segera bertindak cepat.
Suara.com - Tragedi memilukan melanda kawasan Cilincing, Jakarta Utara, setelah tiga orang warga dilaporkan tewas akibat tersengat aliran listrik di tengah kepungan banjir pada Senin (12/1/2026).
Peristiwa nahas tersebut merenggut nyawa seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Kalibaru serta pasangan suami istri yang tinggal di Kelurahan Semper Barat.
Berdasarkan data di lapangan, korban bernama Maya Saputri (43) ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa sekira pukul 09.00 WIB saat sedang membersihkan kediamannya yang mulai terendam air.
Sementara itu, di lokasi yang berbeda, pasangan suami istri Hadi Warno (54) dan Naning Juniarty (49) ditemukan meninggal dunia oleh anak mereka dalam kondisi mengambang di ruang tengah.
Insiden maut ini memicu reaksi keras dari jajaran legislatif Kebon Sirih yang meminta warga untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya kelistrikan saat bencana datang.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Ima Mahdiah, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga korban yang ditinggalkan atas musibah tersebut.
“Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada Suara.com, Rabu (14/1/2026).
Ima menekankan bahwa tragedi di Cilincing harus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh masyarakat Jakarta mengenai ancaman nyata listrik di tengah genangan.
Ia memastikan akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memberikan pendampingan serta bantuan bagi keluarga korban.
Baca Juga: Shandy Purnamasari dan Ekspedisi Dapur Kemanusiaan, Bawa 99 Ribu Porsi Makanan ke Aceh Tamiang
“Saya akan berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta untuk memastikan keluarga korban mendapat pendampingan dan bantuan yang mereka butuhkan, terutama untuk anak-anak yang kehilangan orang tua,” lanjut Ima.
Politisi PDIP ini juga mengajak warga untuk menumbuhkan kesadaran mandiri dalam memadamkan instalasi listrik rumah sebelum air semakin meninggi dan membahayakan nyawa.
“Tragedi ini adalah pengingat keras bahwa bahaya listrik saat banjir merupakan ancaman nyata yang sering kita abaikan. Saya mengajak seluruh warga Jakarta, khususnya yang tinggal di wilayah rawan banjir, untuk segera mematikan listrik begitu air mulai masuk rumah, mengecek instalasi listrik secara berkala, dan tidak menyentuh peralatan listrik saat banjir,” tuturnya.
Tak lupa, Ima mendorong Pemprov DKI Jakarta dan PLN untuk lebih sigap dalam mengambil tindakan pemutusan arus listrik jika permukiman warga sudah mulai terendam air.
Selain itu, percepatan normalisasi sungai kembali disuarakan agar masalah banjir yang terus berulang di ibu kota dapat segera teratasi secara permanen.
“Saya juga mendorong Pemprov DKI Jakarta dan PLN untuk melakukan sosialisasi secara masif dan memastikan kesiapan memutus aliran listrik di wilayah banjir, serta mendorong percepatan normalisasi sungai agar banjir tidak terus berulang. Jangan sampai tragedi ini terulang lagi. Mari kita saling menjaga dan saling mengingatkan,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Shandy Purnamasari dan Ekspedisi Dapur Kemanusiaan, Bawa 99 Ribu Porsi Makanan ke Aceh Tamiang
-
Duka Banjir Cilincing, Pramono Anung Janji Beri Bantuan Usai 3 Warga Tewas Tersengat Listrik
-
47 Hari Pascabanjir, Aceh Tamiang Masih Terjebak Krisis Kesehatan dan Air Bersih
-
5 Motor Listrik Setangguh PCX dan NMAX, Matic Jumbo Versi Tanpa Bensin
-
Banjir Jakarta Mulai Surut, BPBD Sebut Sisa Genangan di 3 RT
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih
-
Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG
-
Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!
-
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan
-
Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual
-
Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!
-
Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani
-
Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!
-
Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati
-
Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029