- KPPPA merespons pengakuan Aurelie Moeremans tentang child grooming dan berencana memfasilitasi pertemuan dengan Menteri.
- Pertemuan itu diharapkan menjadi momentum penting mendorong para korban child grooming agar berani menyuarakan pengalaman mereka.
- Langkah KPPPA menunggu analisis tim layanan anak agar pendekatan yang diambil berpihak dan tidak berdampak buruk pada korban.
Suara.com - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) merespons viralnya pengakuan artis Aurelie Moeremans yang mengungkap pengalaman menjadi korban child grooming melalui buku autobiografinya.
Pemerintah membuka peluang mengundang Aurelie untuk bertemu Menteri PPPA Arifah Fauzi guna membahas isu perlindungan anak dari praktik grooming.
Sekretaris Kementerian PPPA Titi Eko Rahayu mengatakan, pertemuan tersebut berpotensi menjadi momentum penting untuk mendorong korban child grooming agar berani menyuarakan pengalaman mereka.
“Saya coba atur waktu agar Aurel bisa ketemu Bu Menteri, karena mungkin bisa menjadi momentum untuk kampanye korban child grooming harus berani speak up,” kata Titi kepada wartawan, Selasa (13/1/2026).
Namun, Titi menegaskan langkah tersebut masih menunggu analisis dari tim layanan perlindungan anak di lingkungan KPPPA. Pemerintah ingin memastikan pendekatan yang diambil tetap berpihak pada korban dan tidak menimbulkan dampak lanjutan secara psikologis.
“Namun tentu menunggu analisis teman-teman di layanan anak,” ujarnya.
Pernyataan KPPPA ini muncul di tengah perhatian publik terhadap kisah Aurelie Moeremans yang ramai diberitakan. Dalam buku tersebut, Aurelie menceritakan pengalaman masa remajanya yang diduga menjadi korban manipulasi dan relasi tidak sehat dengan orang dewasa, yang kini dipahami sebagai bentuk child grooming.
Titi mengakui, kisah tersebut memiliki muatan emosional yang kuat. Ia bahkan menyebut belum sanggup menuntaskan membaca buku tersebut karena dampak emosional yang ditimbulkan.
“Saya tidak berani melanjutkan membaca bukunya, menata hati dulu untuk lanjutkan bacanya,” kata Titi.
Baca Juga: 6 Kisah Pahit Aurelie Moeremans di Broken Strings, Alami Grooming sampai Bullying
KPPPA menilai kasus-kasus child grooming kerap sulit terungkap karena korban merasa takut, malu, atau tidak menyadari bahwa dirinya sedang dimanipulasi. Karena itu, pengalaman figur publik seperti Aurelie dinilai bisa membuka ruang diskusi yang lebih luas soal perlindungan anak dan pentingnya keberanian korban untuk berbicara.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Duka Banjir Cilincing, Pramono Anung Janji Beri Bantuan Usai 3 Warga Tewas Tersengat Listrik
-
Menkes Budi: Cowok Perokok Red Flag, Perempuan Bakal Tanggung Risiko Kanker
-
47 Hari Pascabanjir, Aceh Tamiang Masih Terjebak Krisis Kesehatan dan Air Bersih
-
Gugatan Dikabulkan, Komisi Informasi Pusat Wajibkan KPU Serahkan Salinan Ijazah Jokowi
-
BMKG Rilis Peringatan Dini, Hujan Lebat dan Angin Kencang Berpotensi Landa Jakarta Hari Ini
-
Fauzan Ohorella Soroti Kasus Ijazah Jokowi yang Mandek, Polda Metro Jaya Diminta Bertindak Tegas
-
Kerry Riza Ajak Masyarakat Lihat Perkaranya Berdasarkan Fakta Bukan Fitnah
-
Dugaan Korupsi Minyak Mentah: Saksi Bantah Ada Kontrak Sebut Tangki BBM OTM Jadi Milik Pertamina
-
Menuju JFSS 2026, Pemerintah dan Kadin Sepakat Ketahanan Pangan Jadi Prioritas Nasional
-
Aceh Tamiang Dapat 18 Rumah Rehabilitasi, Warga Bisa Tinggal Tenang