Anggota Badan Pemenangan Pemilu DPP PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu mengaku sudah dari awal mengetahui pihak-pihak yang menggerakan serangkaian penolakan kampanye pasangan calon nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat yang dilakukan kelompok masyarakat.
"Sejak awal kami sudah tahu siapa yang menggerakkannya. Teman-teman wartawan juga sudah tahu lah informasi itu," kata Masinton di kantor DPD DPI Perjuangan, Minggu (20/11/2016)
Dari hal itu, pihaknya juga sudah menyerahkan data mengenai orang-orang yang dicurigai dibalik aksi penolakan kampanye Ahok-Djarot di pemukiman warga ke Badan Pengawas Pemilu dan Kepolisian.
"Pihaknya dari mana itu semua jelas, yang memobilisasi siapa, datanya sudah lengkap dan sudah kami sampaikan ke bawaslu dan kepolisian," katanya.
Lebih lanjut, Masinton meminta semua pihak termasuk para tim pasangan calon penantang untuk tidak menggangu kegiatan kampanye paslon Ahok-Djarot. Tim pemenangan, kata dia juga bertugas mengawal kegiatan kampanye dan sosialisasi paslon mereka hingga bisa berjalan dengan lancar.
"Kami tidak akan pernah mengganggu kampanye sosialisasi paslon lain dan kami minta supaya calon lain tidak mengganggu jadwal kegiatan kampanye Ahok-Djarot. Tugas kami adalah menjaganya," kata dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
Terkini
-
Jangan Tergiur Jalur Cepat! Ini Risiko Fatal Berhaji Pakai Visa Ziarah
-
Buntut 72 Siswa Diduga Keracunan, BGN Stop Operasional SPPG Pondok Kelapa Tanpa Batas Waktu
-
Tragedi Jembatan B1 Iran: Jumlah Korban Jiwa Serangan AS-Israel Kini Capai 13 Jiwa
-
3 Personel UNIFIL RI Terluka Lagi di Lebanon, Kemlu: Serangan Berulang Ini Tidak Dapat Diterima!
-
Mendagri Tito Kerahkan Praja IPDN, Percepat Pemulihan Permukiman Terdampak Bencana
-
Wujudkan Jakarta Terintegrasi, Pramono Wajibkan Gedung di Atas 4 Lantai Koneksi CCTV ke Pemprov
-
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Dittipideksus Bareskrim Cekal Founder PT DSI
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Mediasi Buntu, Iran Tolak Mentah-mentah Tawaran Gencatan Senjata AS
-
Jenguk 72 Siswa di Jaktim yang Keracunan Makanan, Pramono: Kondisinya Mulai Stabil