Aparat kepolisian berjaga di TKP penemuan bom di Jalan Bintara VIII, Bekasi, Sabtu (10/12/2016) [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]
Salah satu warga Bintara RT 04/RW 09, Husen Effendi (74) menceritakan pelaku inisial DYN yang ditangkap di kamar kos-kosan nomor 104, Jalan Bintara Jaya VIII, Kelurahan Bintara Jaya, Bekasi Barat, Sabtu (10/12/2016). Dari kamar kosan-kosan juga ditemukan bom.
Ia menuturkan bahwa pelaku DYN baru menempati kamar kos-kosan tersebut sekitar empat hari lalu dan belum melaporkan RT -RW.
Kata Husein, pelaku yang sering memakai cadar jarang bersososialisasi dengan warga setempat.
"Ciri - ciri dia (DYN) berbadan ramping dan tinggi, dan selalu mengenakan cadar (penutup wajah). Dia belum sama sekali bersosialisasi dengan warga sekitar, sekalinya keluar itu pagi, dan pulang malam," ujar Husein kepada wartawan di lokasi, Sabtu (10/12/2016) malam.
Tak hanya itu, Husein menuturkan sebelum ditangkap beberapa Intel telah memantau lokasi sekitar pukul 09.00. Namun mulai menangkap pelaku pada sore hari.
"Tadi ada yang nanya, 'Pak kenal sama orang itu nggak?' Saya menjawab tidak, dan Polisi pun pergi, tak lama kemudian sore hari dia (DYN) dari luar, entah beli makanan atau apa, dan tiba - tiba polisi langsung meringkus dia, sampai kamarnya di 104, setelah di buka saya lihat ada banyak bom di dalam,"paparnya.
Sebelumnya diberitakan, Tim Densus 88 mengamankan tiga terduga teroris yang diamankan di dua kawasan yang berbeda di Sekitar Bekasi, Sabtu (10/12/2016) sekitar pukul 15.40 WIB.
Dua dari ketiga pelaku laki-laki berinisial NS dan AS. Sedangkan satu lagi berjenis kelamin perempuan berinisial DYN.
Rencananya bom tersebut akan disasarkan ke Istana Negara pada saat serah terima jaga Pasukan Pengamanan Presiden, pada Minggu (11/12/2016)
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Seorang Remaja di Rusia Serang Sekolah Usai Terinspirasi Aksi Bom SMA 72
-
Polisi Selidiki Teror ke DJ Donny, dari Kiriman Bangkai Ayam hingga Bom Molotov
-
Diteror Bom Molotov usai Kritik Pemerintah, Ini 7 Fakta Serangan di Rumah DJ Donny
-
Teror Bom 10 Sekolah Depok, Pelaku Pilih Target Acak Pakai AI ala ChatGPT
-
Terungkap Motif Teror Bom 10 SMA Depok, Pelaku Kecewa Lamaran Ditolak Calon Mertua
Terpopuler
- 63 Kode Redeem FF Terbaru 21 Januari: Ada Groza Yuji Itadori, MP40, dan Item Jujutsu
- 5 Motor Bekas 6 Jutaan Cocok untuk Touring dan Kuat Nanjak, Ada Vixion!
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Toyota Vios Bekas Tahun Muda Pajaknya Berapa? Simak Juga Harga dan Spesifikasi Umumnya
- Mobil 7 Seater dengan Harga Mirip Mitsubishi Destinator, Mana yang Paling Bertenaga?
Pilihan
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
-
5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan RAM 8 GB Terbaik Januari 2026, Handal untuk Gaming dan Multitasking
-
Harda Kiswaya Jadi Saksi di Sidang Perkara Dana Hibah Pariwisata
-
Aksi Jual Asing Marak, Saham BBCA Sudah 'Diskon' Hampir 10 Persen
-
Rumor Panas Eks AC Milan ke Persib, Bobotoh Bersuara: Bojan Lebih Tahu Kebutuhan Tim
Terkini
-
Geruduk Komnas HAM, Roy Suryo Lapor Dugaan Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Kasus Ijazah Jokowi
-
Gaji Guru Honorer Cuma Rp200-500 Ribu, DPR Ingatkan Negara: Pembiaran Adalah Bentuk Pelanggaran HAM
-
Pohon Tumbang Hantam SPBU Dekat Fly Over Matraman, Empat Orang Luka-Luka
-
Banjir Daan Mogot, Gegana Brimob Evakuasi Warga Terjebak di Ruko Golden Ville
-
Bestari Barus Siap Gelar Karpet Merah untuk Rusdi Masse Jika Gabung PSI
-
RI Gabung Dewan Perdamaian Inisiasi Trump, DPR Beri 4 Catatan: Dari Geopolitik Hingga Dana Rp16 T
-
Bareskrim Geledah Kantor Dana Syariah Indonesia Terkait Dugaan Fraud Triliunan Rupiah
-
Dekap Erat Balita di Atas Perahu Karet, Nisa Pilih Mengungsi saat Air Setinggi Pinggang di Kosambi
-
Langit Bogor 'Ditaburi' 800 Kg Kalsium Oksida, Operasi Cegat Hujan Ekstrem untuk Jakarta
-
Aksi Sadis Bapak-Anak Siksa Monyet di NTT Berakhir di Bui, Videonya Bikin Netizen Murka