News / Nasional
Minggu, 11 Desember 2016 | 00:02 WIB
Aparat kepolisian berjaga di TKP penemuan bom di Jalan Bintara VIII, Bekasi, Sabtu (10/12/2016) [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]
Salah satu warga Bintara RT 04/RW 09,  Husen Effendi (74) menceritakan pelaku inisial DYN yang ditangkap di kamar kos-kosan nomor 104,  Jalan Bintara Jaya VIII, Kelurahan Bintara Jaya,  Bekasi Barat, Sabtu (10/12/2016). Dari kamar kosan-kosan juga ditemukan bom
 
Ia menuturkan bahwa pelaku DYN baru menempati kamar kos-kosan tersebut  sekitar empat hari lalu dan belum melaporkan RT -RW. 
 
Kata Husein,  pelaku yang sering memakai cadar jarang bersososialisasi dengan warga setempat. 
 
"Ciri - ciri dia (DYN) berbadan ramping dan tinggi, dan selalu mengenakan cadar (penutup wajah). Dia belum sama sekali bersosialisasi dengan warga sekitar, sekalinya keluar itu pagi, dan pulang malam," ujar Husein kepada wartawan di lokasi, Sabtu (10/12/2016) malam.
 
Tak hanya itu, Husein menuturkan sebelum ditangkap beberapa Intel telah memantau lokasi sekitar pukul 09.00. Namun mulai menangkap pelaku pada sore hari. 
 
"Tadi  ada yang nanya, 'Pak kenal sama orang itu  nggak?' Saya menjawab tidak, dan Polisi pun pergi, tak lama kemudian sore hari dia (DYN) dari luar, entah beli makanan atau apa, dan tiba - tiba polisi langsung meringkus dia, sampai kamarnya di 104, setelah di buka saya lihat ada banyak bom di dalam,"paparnya. 
 
Sebelumnya diberitakan, Tim Densus 88 mengamankan tiga terduga teroris yang diamankan di dua kawasan yang berbeda di Sekitar Bekasi,  Sabtu (10/12/2016) sekitar pukul 15.40 WIB. 
 
Dua dari ketiga pelaku laki-laki berinisial NS dan AS. Sedangkan satu lagi berjenis kelamin perempuan  berinisial DYN. 
 
Rencananya bom tersebut akan disasarkan ke Istana Negara pada saat serah terima jaga Pasukan Pengamanan Presiden, pada Minggu (11/12/2016)

Tag

Load More