- Saham BBCA berada di level Rp7.600 per lembar, mencatatkan penurunan sebesar 9,79% jika ditarik mundur dari posisi enam bulan lalu.
- BBCA menempati posisi teratas sebagai saham dengan net sell asing terbesar, mencapai Rp959,3 miliar.
- Dalam empat hari terakhir, BBCA selalu menempati posisi teratas saham dengan net foreign sell terbesar.
Suara.com - Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), yang selama ini dikenal sebagai "saham sejuta umat" dan penggerak utama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), menunjukkan tren pelemahan signifikan.
Berdasarkan data perdagangan Jumat (23/1/2026), harga saham emiten perbankan swasta terbesar di Indonesia ini berada di level Rp7.600 per lembar, atau mengalami penurunan sebesar 9,79% (setara -825 poin) dibandingkan periode Juli tahun lalu.
Meskipun sempat menyentuh level Rp8.200 pada akhir Oktober 2025, harga saat ini justru bergerak mendekati titik terendahnya dalam 52 minggu terakhir di posisi Rp7.225.
Aksi jual oleh investor asing dilaporkan menjadi salah satu penekan utama harga saham BBCA di awal tahun 2026 ini, di tengah sentimen pasar global yang cenderung wait and see terhadap kebijakan suku bunga domestik.
Diketahui net foreign sell pada perdagangan hari ini, Kamis (22/1/2026) mencapai Rp 1,33 triliun. Asing tercatat melakukan aksi jual senilai Rp 13,41 triliun dan beli Rp 12,08 triliun.
BBCA menempati posisi teratas sebagai saham dengan net sell asing terbesar, mencapai Rp959,3 miliar. Nilai jual asing di saham ini tercatat mencapai Rp2 triliun, sementara pembelian hanya sebesar Rp1,04 triliun.
Dalam empat hari terakhir, BBCA selalu menempati posisi teratas saham dengan net foreign sell terbesar. Pada 19 Januari 2026,net sellasing di bank milik Djarumsenilai Rp 444,7 miliar. Lalu pada 20-21 Januari 2026,net sellasing di BBCAmencapai Rp 267,8 miliar dan Rp 959,3 miliar.
Tekanan jual asing pun membuat saham BBCA kembali koreksi pada hari ini
Baca Juga: Jamuan Makan Siang dan Kode Pemain Asing: Manajemen Bakar Semangat Persib Jelang Putaran Kedua
Meski demikian, sejumlah analis menilai level harga saat ini menarik bagi investor jangka panjang mengingat fundamental perusahaan yang masih kokoh dan rasio pembayaran dividen yang stabil.
Catatan Redaksi: Investasi saham memiliki risiko. Data di atas diambil per tanggal 23 Januari 2026 pukul 11.29 WIB. Pastikan Anda melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Prabowo: Ekonomi Itu Sederhana, Jangan Dianggap Ilmu Dewa! Satu Cangkir Kopi Modalnya Berapa?
-
Apa Itu INSP Prancis? Jadi Inspirasi Universitas Republik Indonesia Dibentuk
-
Dapat dari Camat hingga Petani, Bupati Kuansing Diduga Beri Menhut Raja Juli 46.500 Dolar Singapura
-
Sunscreen Purbasari untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan Kandungan dan Review Pembeli
-
BRI x REI Expo Semarang 2026 Tawarkan Promo KPR Bunga Mulai 1,75%, Wujudkan Rumah Impian
-
Pramono Anung Bela Satpam Vicol, Minta Pengendara Alphard Arogan Disanksi Tegas
-
Apa Merek Cushion yang Populer dan Mudah Ditemukan di Indonesia? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review
-
Menggugat Sindrom Fashion Blindness: Saat Konten OOTD Mengabaikan Etika Sosial
-
Gajah Tunggal Siapkan GitiXcursion RT Ban SUV untuk Berbagai Medan di GIIAS 2026
-
Resmi Tinggalkan Dortmund, Karim Adeyemi Hijrah ke Barcelona: Awal Gemilang