- Operasi Modifikasi Cuaca dilakukan pada 23 Januari 2026 dengan menebar 800 kg Kalsium Oksida di Bogor.
- Tujuan operasi ini adalah memaksa awan hujan potensial 'menumpahkan muatan' sebelum mencapai wilayah Jakarta.
- BPBD DKI Jakarta mengimbau warga waspada ancaman hidrometeorologi dan menyiapkan tas siaga bencana.
Suara.com - Sebuah operasi senyap berskala besar digelar di langit perbatasan Jakarta pada Jumat (23/1/2026) pagi. Petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta dan tim terkait terpaksa 'mencegat' awan hujan raksasa yang berpotensi melumpuhkan Ibu Kota.
Sebanyak 8 kuintal atau 800 kilogram bahan semai Kalsium Oksida (CaO) ditebar dari udara, sebuah upaya intervensi cuaca yang dikenal sebagai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Tujuannya satu, memaksa awan hujan untuk 'menumpahkan muatannya' sebelum tiba di wilayah Jakarta yang sudah berada dalam status siaga tinggi.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengonfirmasi bahwa misi krusial ini menargetkan gumpalan awan potensial yang berkumpul di atas wilayah Kabupaten Bogor, yang selama ini menjadi hulu bagi banyak aliran sungai ke Jakarta.
"Sasaran penyemaian di atas Kabupaten Bogor dengan bahan semai berupa Kalsium Oksida (CaO) seberat 800 kilogram," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Isnawa Adji di sebagaimana dilansir Antara, Jumat (23/1/2026).
Menurut laporan, pesawat yang membawa bahan semai tersebut lepas landas sekitar pukul 09.15 WIB.
Kalsium Oksida, atau yang lebih dikenal sebagai kapur tohor, dipilih karena sifatnya yang higroskopis, mampu menyerap uap air dan mempercepat proses kondensasi hingga menjadi butiran hujan. Dengan kata lain, hujan sengaja 'dijatuhkan' lebih awal di lokasi yang telah ditentukan.
Isnawa menegaskan bahwa operasi ini bukanlah yang terakhir. Mengingat prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan ancaman hujan ekstrem masih mengintai, OMC akan terus dilakukan secara dinamis sesuai analisis di lapangan.
"Semua sudah dianalisis tim OMC dan ini dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan awan hujannya," ujarnya.
Baca Juga: Data Terbaru Banjir Jakarta: 143 RT Terendam, Rawa Buaya dan Cipulir Tembus 1 Meter
Langkah proaktif ini diambil setelah BPBD DKI Jakarta secara resmi mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang akan mengguyur Jakarta hingga 24 Januari 2026.
Puncak ancaman diperkirakan terjadi pada 22-23 Januari 2026, di mana potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem dapat terjadi.
Isnawa Adji mengingatkan bahwa kondisi cuaca ini memiliki potensi serius untuk menimbulkan bencana hidrometeorologi.
Genangan air hingga banjir besar sangat mungkin terjadi di berbagai wilayah Jakarta, terutama di kawasan yang secara historis menjadi langganan banjir.
Oleh karena itu, ia mengimbau seluruh masyarakat Jakarta untuk tidak lengah dan segera meningkatkan level kewaspadaan serta kesiapsiagaan.
Warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan area dengan sistem drainase yang terbatas diminta untuk menjadi prioritas dalam mitigasi mandiri.
Berita Terkait
-
Data Terbaru Banjir Jakarta: 143 RT Terendam, Rawa Buaya dan Cipulir Tembus 1 Meter
-
Update Terkini Banjir Jakarta: Semakin Parah, Sudah 143 RT Tergenang, Tinggi Air Capai 1,2 Meter
-
Banjir Rendam Cikarang Utara, Dapur Lapangan Brimob Layani Warga Terdampak
-
Pemprov DKI Tingkatkan Modifikasi Cuaca Hingga Tiga Kali Sehari, Termasuk ke Wilayah Penyangga
-
Jakarta Dikepung Banjir Meski Ada Modifikasi Cuaca, Pramono Anung: Bukan Bim Salabim Selesai
Terpopuler
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
-
5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan RAM 8 GB Terbaik Januari 2026, Handal untuk Gaming dan Multitasking
-
Harda Kiswaya Jadi Saksi di Sidang Perkara Dana Hibah Pariwisata
-
Aksi Jual Asing Marak, Saham BBCA Sudah 'Diskon' Hampir 10 Persen
-
Rumor Panas Eks AC Milan ke Persib, Bobotoh Bersuara: Bojan Lebih Tahu Kebutuhan Tim
Terkini
-
Aksi Sadis Bapak-Anak Siksa Monyet di NTT Berakhir di Bui, Videonya Bikin Netizen Murka
-
Data Terbaru Banjir Jakarta: 143 RT Terendam, Rawa Buaya dan Cipulir Tembus 1 Meter
-
Lompatan Mimpi Anak-Anak Pluit di Gang Sempit yang Menjadi Arena Akrobatik
-
Maut di Lintasan Tanpa Palang, Satu Keluarga Tewas di Tebing Tinggi
-
DPR Beri 'Lampu Hijau' Pegawai Inti SPPG Jadi ASN: Tapi Tetap Harus Penuhi Kriteria
-
Pidato Prabowo di Swiss Dipuji Ketua DPD RI: Indonesia Kuat, Strategis, dan Pilih Jalan Tengah
-
Sempat Hilang Saat Lonceng Steril, Warga Binaan Rutan Cipinang Ditemukan Tewas Tergantung
-
Update Terkini Banjir Jakarta: Semakin Parah, Sudah 143 RT Tergenang, Tinggi Air Capai 1,2 Meter
-
Banjir Rendam Cikarang Utara, Dapur Lapangan Brimob Layani Warga Terdampak
-
Dito Sebut Kemungkinan Diperiksa KPK Soal Kunjungan Jokowi ke Arab Saudi