Suara.com - Pendukung Presiden Korea Selatan Park Geun-hye, Sabtu, berunjuk rasa untuk pemulihan hak, sedangkan penentangnya berkumpul untuk kembali menuntut dia agar dimakzulkan segera atas skandal korupsi.
Pendukung Park, yang terakhir kali turun ke jalan dengan massa dalam jumlah besar pada pertengahan November, memulai unjuk rasa lebih dulu, disusul pengunjuk rasa anti-Park, yang memadati jalan di pusat kota Seoul selama delapan pekan.
Beberapa penentang marah atas alasan pengacara Park pada Jumat bahwa pemakzulan tersebut tidak berlandaskan hukum.
"Ini waktu pertama saya di sini, namun kemarin, saat saya dengar tentang pendapat dia menentang pemakzulan, yang disampaikan ke Mahkamah Konstitusi, apa pun perasaan saya untuknya hilang," kata Roh Yi-young (55).
Pengacara Park memberikan catatan penolakan pada tanggapan pertamanya sejak pemungutan suara pemakzulan dengan menyatakan bahwa mosi tersebut akan dibatalkan Mahkamah Konstitusi, yang akan meninjaunya hingga 180 hari.
Gugatan pengacara kepada Mahkamah Konstitusi menolak semua pasal mosi pemakzulan yang disetujui batas mayoritas parlemen pada 9 Desember, yang menuduh Park melakukan pelanggaran konstitusional dalam tugasnya dan mengingkari hukum.
Kekuasaan Presiden Park ditangguhkan sejak voting pemakzulan yang dirancang untuk melengserkan presiden terpilih Korea Selatan pertama darii jabatannya.
Mahkamah Konstitusi harus lebih dulu menjunjung tinggi mosi tersebut.
Park (64) dituduh berkolusi dengan teman lamanya, Choi Soon-sil, yang telah dipenjara atas tuntutan bisnis besar untuk berkontribusi pada yayasan nonprofit yang dibekingi presiden.
Unjuk rasa pendukung Park di dekat Mahkamah Konstitusi, Sabtu, beberapa blok dengan kantor kepresidenan Gedung Biru, melibatkan beberapa orang tua yang mengaku berada di belakang aksi bahwa mengusir Park merupakan tindakan sesat.
"Siapa yang mencintai negeri ini harus menyelamatkan negeri ini, meskipun sulit," kata Kim Ku-ja (69) sambil membawa bendera nasional.
Media Dia menyalahkan media, yang dianggap memicu sentimen anti-Park, yang hanya fokus pada peliputan pandangan anak muda dan pemilih liberal dan kritikan terhadap operasi plastik Park saat menjabat Presiden.
"Apa yang salah dari seorang perempuan yang mendapat suntikan Botox? Kenapa hal itu jadi perrsoalan? ujar Kim.
Pendukung Park merupakan bagiann minoritas dari pekan-pekan unjuk rasa yang menuntut Park mundur.
Penyelenggara unjuk rasa anti-Park pada Sabtu memperkirakan massanya berjumlah sekitar 300 ribu orang. Hal itu merupakan aksi damai besar seperti aksi sebelumnya yang diiringi nyanyian dan pidato menuntut dia berhenti.
Park mengisyaratkan tidak akan mundur sehingga memicu krisis politik yang akan terjadi selama beberapa bulan.
Dia membantah melakukan kesalahan, namun telah meminta maaf atas kecerobohannya dalam bergaul dengan Choi.
Jika pemakzulan dipatuhi atau Park mundur secara suka rela, pemilihan baru akan dihelat dalam 60 hari untuk mendapatkan pemimpin baru yang akan menjabat tunggal dalam periode lima tahun.
Masa jabatan Park semula berakhir pada Februari 2018.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
Terkini
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar
-
Megawati Tiba di Rakernas PDIP, Siapkan Arahan Tertutup Usai Disambut Prananda Prabowo
-
Gus Yaqut Tersangka Skandal Haji, Tambah Daftar Panjang Eks Menteri Jokowi Terjerat Korupsi
-
Konsisten Tolak Pilkada Lewat DPRD, PDIP: Masa Hak Rakyat Bersuara 5 Tahunan Mau Diambil?
-
Pakar Klarifikasi: Bongkar Tiang Monorel Rasuna Said Hanya Rp300 Juta, Bukan Rp100 Miliar
-
Selamat Tinggal Rompi Oranye? KPK Tak Akan Lagi Pamerkan Tersangka Korupsi di Depan Kamera