Suara.com - Aksi "Om Telolet Om" dari suara klakson bus saat ini menjadi viral disejumlah media sosial. Di video itu, sejumlah anak - anak maupun orang dewasa meminta sopir bus untuk memaikan suara klakson yang sudah tersebar luas tersebut.
Menanggapi hal itu, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan para operator bus yang menggunakan klakson terlalu berlebihan. Mengingat bunyi suara klakson kendaraan memiliki standar dan spesifikasinya.
"Jadi fungsi klason itu memberikan tanda, pesan yang tepat, baik dan terukur. Yang terjadi dari bus telolet ini pesan yang disampaikan melebihi ambang batas," kata Martinus di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (22/12/2016).
Menurut Martinus terpenting, kendaraan memberikan nyaman bagi semua orang bukan hanya pada pengendara saja.
Oleh karena itu, Martinus menegaskan bus-bus yang menggunakan klakson telolet yang berlebihan bisa tindak. Jika masih melanggar, polisi memiliki hak untuk melakukan tilang.
"Itu nanti bisa ditertibkan. Sehingga nanti yang dilakukan Polri akan menghentikan mereka lalu beri teguran dulu. nanti kalau masih begitu, baru ditilang," ujar Martinus.
Sementara itu, mengenai aksi telolet pada umumnya dilakukan oleh anak-anak disekitar pinggir jalan, dia menghimbau sebaiknya dihentikan karena berbahaya.
"Ya, kalau mau main. Ke tempat poolnya dan pemberhentian seperti terminal gitu ya," kata Martinus.
Baca Juga: iMeyMey Rilis Lagu Dangdut "Om Telolet Om"
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Andrie Yunus Jalani Operasi Lanjutan, Dokter Fokus Selamatkan Bola Mata Kanan
-
Arus Lebaran 2026 Menguat, Tol GempolPasuruan Didominasi Pergerakan ke Arah Pasuruan
-
Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional, Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi
-
Prabowo Dorong Reformasi TNI: Penegakan Hukum Internal Diperketat, Tak Ada Toleransi Pelanggaran!
-
Cerita Arus Balik: Syamsudin Trauma Macet 27 Jam di Jalan, Derris Pilih War Tiket Sejak H-45
-
Anak Durhaka! Kata-kata Sadis Remaja 18 Tahun Usai Bunuh Ibu Kandung
-
Akal Bulus Model Cantik Tipu Pria Kaya, Korban Merugi Sampai Rp3 Miliar
-
Dear Donald Trump! Ini Ada Ejekan dari Jubir Iran: Malu yah Kalah Perang
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
AS-Israel Lakukan Kejahatan Perang: 600 Sekolah Hancur, 66 Balita Iran Tewas