Suara.com - Auditorium Kementerian Pertanian di Jalan Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, sudah steril, Senin (26/12/2016). Tempat ini akan dipakai untuk sidang perkara dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
"Sejak hari Sabtu pintunya dikunci (polisi). Nggak ada yang boleh masuk," kata petugas kebersihan di lokasi ketika ditemui Suara.com.
Petugas menjelaskan auditorium tersebut selama ini biasa dipakai untuk ruang rapat pegawai Kementerian Pertanian. Selain itu, ruangan ini juga sering disewakan untuk kegiatan masyarakat, seperti untuk resepsi pernikahan.
Menurut pengamatan Suara.com, pintu utama auditorium dalam keadaan dikunci.
Di lokasi tersebut telah ditempatkan dua unit alat metal detector bertuliskan Dit Pamobvit Polda Metro Jaya.
Di beberapa sudut gedung dipasang papan pengumuman bertuliskan Dilarang Membuka Pintu Auditorium Tanpa Seijin Petugas Keamanan Kementan.
Petugas kebersihan yang menjaga ruangan tersebut mengaku tidak tahu seperti apa kondisi di dalam auditorium.
"Kita nggak tahu isinya sekarang. Karena memang sudah dikunci," kata dia.
Sidang perkara Ahok sebelumnya digelar di bekas gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Gajah Mada. Karena lokasinya yang dianggap kurang memadai, akhirnya diputuskan untuk dipindahkan ke lokasi lain.
Lokasi baru untuk pengadilan perkara Ahok atas rekomendasi Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan.
Auditorium ini punya nilai historis. Dulu pernah dipakai untuk menyidangkan kasus teroris dengan terdakwa Abu Bakar Ba'asyir.
"Pernah sidang Pak Harto (Soeharto) dan Abu Bakar Baasyir dilakukan di sana, tetapi kita ambil yang kecilnya," tutur Iriawan di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Kamis (22/12/2016).
Berita Terkait
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor
-
Diperiksa sampai Malam, Pandji Pragiwaksono: Saya Tidak Merasa Menista Agama
-
Pandji Pragiwaksono Diperiksa 8 Jam, Diperlihatkan Penyidik Potongan Mens Rea Hasil Bajakan
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Sumbang Devisa Rp253 Triliun, Rieke PDIP Tagih Pengesahan RUU PPRT yang Mangkrak 22 Tahun
-
Tragedi Perang Jeli Remaja Makassar: Saat Senjata Mainan Dibalas Timah Panas
-
Jakarta Darurat Hunian, DPRD DKI Wanti-wanti Nasib Warga Terdampak Relokasi Normalisasi Sungai
-
Bukan Suap Biasa, KPK Jerat Bupati Pekalongan dengan Pasal Benturan Kepentingan dalam Pengadaan Jasa
-
Dewan Perdamaian Lumpuh: Pembicaraan Tertunda Akibat Perang Iran
-
Dampak Perang Iran-AS-Israel: Bagaimana Nasib Ekonomi-Politik Indonesia?
-
Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
-
38 Ribu Jemaah Umrah Tertahan Akibat Konflik Timur Tengah, Rano Karno: Jalur Transit Berhenti Total
-
Jalur Minyak Dunia Terancam! Begini Upaya RI Bebaskan 2 Kapal Pertamina Terjebak di Selat Hormuz
-
Tensi Timur Tengah Memanas, Menlu Sugiono Telepon Menlu UEA hingga Prabowo Siap Mediasi ke Teheran