- Menhan Sjafrie Sjamsoeddin mengumumkan rencana Presiden Prabowo mengganti direksi Himbara di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/1/2026).
- Pengamat Dedi Kurnia Syah menilai pernyataan Menhan tersebut di luar kapasitas kewenangan tugas utamanya.
- CEO Danantara Rosan Roeslani membantah adanya pembicaraan perombakan jajaran direksi bank Himbara tersebut.
Suara.com - Pengamat politik dari Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, menilai pernyataan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin yang mengungkapkan rencana Presiden Prabowo Subianto untuk mengganti jajaran direksi Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sebagai langkah yang di luar kapasitas kewenangannya.
Menurut Dedi, pernyataan tersebut disayangkan karena Menhan memiliki tugas dan tanggung jawab utama di sektor pertahanan nasional, bukan sebagai juru bicara kebijakan presiden di bidang ekonomi dan perbankan.
“Cukup disayangkan jika pejabat publik yang memiliki kedekatan dengan Presiden seolah menjadi jubir, sementara Menhan punya tanggung jawab sendiri mengawal pertahanan nasional,” ujar Dedi dalam keterangannya, Minggu (1/2/2026).
Ia menegaskan, penyampaian kebijakan strategis presiden seharusnya dilakukan oleh pejabat yang memang memiliki otoritas dan fungsi komunikasi politik pemerintahan, bukan oleh menteri yang berada di luar lingkup kebijakan tersebut.
Dedi bahkan menyarankan agar Presiden Prabowo Subianto memperkuat pemahaman para pembantunya terkait batas kewenangan jabatan.
“Ada baiknya jika program retret Presiden diisi dengan materi proporsionalisme dan profesionalisme jabatan, agar tokoh yang mengemban amanah dapat bekerja sesuai ruang geraknya,” katanya.
Lebih lanjut, Dedi menilai pernyataan Menhan tersebut berpotensi menimbulkan tafsir negatif di ruang publik, khususnya terkait relasi kekuasaan dalam kabinet.
Ia menyebut, pernyataan di luar kapasitas kerja dapat dipersepsikan sebagai praktik yang mengedepankan kepentingan kedekatan personal dibandingkan profesionalisme.
“Statemen Menhan di luar kapasitas kerjanya bisa ditafsir sebagai upaya praktik ‘asal bapak senang’,” ujar Dedi.
Baca Juga: Menhan Sebut Pers Punya Peran Strategis Jaga Nasionalisme
Menurutnya, sikap tersebut mencerminkan kecenderungan sebagian pejabat yang lebih mengutamakan membela atau menjadi perpanjangan lisan Presiden, meskipun isu yang disampaikan bukan merupakan wilayah tugasnya.
“Mereka mengutamakan membela atau menjadi perpanjangan lisan Presiden meskipun bukan wilayahnya,” pungkas Dedi.
Sebelumnya CEO Danantara Rosan Roeslani membantah rencana untuk merombak jajaran direksi bank Himbara. Diketahui, Danantara adalah pemegang saham terbesar sekaligus pengelola operasional BUMN.
"Kami di Danantara, sebagai pemegang saham di seluruh Bank Himbara, sejauh ini tidak ada pembicaraan mengenai hal itu," tegas Rosan ditemui di Wisma Danantara, Sabtu (31/1/2026).
Diketahui Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan rencana Presiden Prabowo Subianto untuk mengganti jajaran direksi Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang merugikan negara.
Hal ini diungkapkan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin saat memberikan materi dalam Retret PWI di Pusat Kompetensi Bela Negara BPSDM Kemenhan, Desa Cibodas, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/1/2026).
Sjafrie mengungkapkan bahwa ada praktik ketimpangan dalam penyaluran kredit, di mana bank pelat merah lebih memprioritaskan pengusaha besar dibandingkan pengusaha kecil.
"Bank Himbara itu lebih menertibkan pengusaha besar untuk dikasih kredit daripada pengusaha kecil. Oleh karena itu, Presiden akan memutuskan ganti semua direksi Bank Himbara. Sudah ada tata kelola baru untuk menertibkan BUMN,” katanya.
Berita Terkait
-
Menhan Sebut Pers Punya Peran Strategis Jaga Nasionalisme
-
Pengamat: Menhan Offside Bicara Perombakan Direksi Himbara
-
Rosan Roeslani Tegas Bantah: Tak Ada Rencana Rombak Direksi dan Komisaris Bank Himbara
-
Bos Danantara Rosan Tepis Ucapan Menhan Soal Perombakan Direksi Himbara
-
Menhan Ungkap Pertemuan Prabowo dan Tokoh Oposisi: Apa yang Dibahas?
Terpopuler
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Heran Febrie Adriansyah Dipanggil sebagai Tersangka, Pengacara: Baru Kali Ini Kami Lihat
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Mengurangi Flek Hitam pada Usia 50 Tahun ke Atas? Ini 7 Rekomendasinya
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Tak Ada Lagi 'Bayar Mahal Berangkat Cepat', Mekanisme Lunas Tunda Ganti Haji Khusus Resmi Dihapus
-
Bitcoin Cs Kompak Merah, Indeks CFX10 Turun 1,26 Persen
-
Negeri Kabut dan Pesta Imajinasi Seno Gumira Ajidarma
-
Risiko Bisnis Makin Rumit, Tata Kelola Jadi Penentu
-
Menkeu Purbaya Mau Tahu Apa Alasan Otorita IKN Minta Tambah Anggaran Rp15,8 Triliun
-
Raih Golden Trophy, Telkom Akses Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko Berbasis ESG
-
Industri Kejar Efisiensi, Perpanjang Umur Aset Jadi Strategi Baru
-
Banjir Kepung Medan, Puluhan Warga Mengungsi
-
Tepis Isu Suap Jaksa Agung, Kejagung Pastikan BAP Rp40 Miliar Tan Kian Bukan dari Tim 9
-
Tak Hanya untuk Masakan, Daun Pandan Dikembangkan Jadi Bahan Sampo Alami