Suara.com - Pemerintah Propinsi DKI Jakarta membatalkan rencana pemberlakuan Car Free Night di Jalan MH. Thamrin dan Sudirman, serta pendirian Panggung Hiburan dalam rangka memeriahkan penyambutan Tahun Baru 2017 di Monas, Jakarta Pusat.
Oleh karena itu, rencana penutupan jalan dan rekayasa lalu lintas tidak dilakukan Dinas Perhubungan DKI Jakarta bersama dengan pihak Kepolisian.
"Rencana pemberlakuan Car Free Night dan panggung hiburan Tahun Baru 2017 yang semula akan dilaksanakan di Monas, Jalan MH. Thamrin dan Jalan Sudirman ditiadakan," kata Kadishub DKI, Andri Yansah melalui keterangan persnya, Sabtu (31/12/2016).
Karena Car Free Night dan Panggung Hiburan ditiadakan di Monas, Pemprov DKI pun mengalihkan Panggung Hiburan Tahun Baru 2017 ke lima wilayah. Misalnya di wilayah Jakarta Pusat, Panggung Hiburan dilakukan di Lapangan Arcici Rawasari, Kecamatan Gambir/Walikota Jakarta Pusat di depan Museum Prasasti, Kecamatan Kemayoran di Lenggang Jakarta Kemayoran, Jalan Benyamin Sueb, Kecamatan Sawah Besar di Kantor Kecamatan Sawah Besar, Kecamatan Cempaka Putih di halaman kantor Kecamatan Kelurahan Cempaka Putih Barat dan Kecamatan Menteng di halaman kantor Kelurahan Menteng.
"Di wilayah Jakarta Timur, di Kantor Walikota Jakarta Timur dan 10 kantor kecamatan. Dan di wilayah Jakarta Selatan di Kantor Walikota Jakarta Selatan dan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan," katanya.
Sementara di Wilayah Jakarta Utara akan digelar di Stadion Rawa Badak Selatan, La Piazza Kelapa Gading dan RPTRA Sungai Bambu. Dan wilayah Jakarta Barat dilakukan di Kantor Walikota Jakarta Bara, Lapangan Bola Romsel, Palmerah dan Kawasan Wisata Kota Tua.
Keputusan tersebut diambil pihak Pemprov DKI setelah melalui pertimbangan matang. Tak hanya pihak Pemprov, pihak kepolisian dari Daerah Metro Jaya pun, dilibatkan dalam memuluskan perayaan penyambutan Tahun Baru 2017.Salah satunya adalah pembangunan MRT di sepanjang jalur Sudirman-Thamrin dan pembangunan jalan layang Susun Semanggi yang sedang berlangsung.
"Pembangunan MRT dan jalan layang Susun Semanggi secara otomatis mengurangi kapasitas jalan secara signifikan. Kondisi ini tentu akan semakin padat apabila di koridor jalan tersebut dibangun panggung hiburan, serta membludaknya arus masyarakat yang ke Jakarta ke titik tersebut, sehingga bisa mengakibatkan arus lalu lintas macet total," kata Andri.
Sementara untuk acara Car Free Day pada hari Minggu pagi tetap dilaksanakan di jalan MH. Thamrin.
Baca Juga: Haru, Saat Dua Ibu yang Anaknya Jadi Korban Bandit Ramlan Ketemu
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Salip London hingga Paris, Bali Jadi Destinasi Wisata Terbaik Dunia 2026
-
KAI Catat 88 Ribu Penumpang Tinggalkan Jakarta Selama Libur Isra Mikraj
-
Pelaku Asusila di Bus Transjakarta Koridor 1A Diproses Hukum
-
Akses Terputus Sepekan, Kepala BNPB Instruksikan Percepatan Penanganan Longsor Jepara
-
Hujan Lebat dan Angin Kencang Bayangi Akhir Pekan Jakarta
-
Belajar dari Broken String Aurelie Moeremans: Mengapa Korban Sulit Lepas dari Jerat Pelaku?
-
Bupati Bogor Tak Mau Tutup Mata, Rudy Susmanto Janji Telusuri Kabar Korban Jiwa di Pongkor
-
Balik Kampung Bangun Masjid Rp1 Miliar, Haji Suryo Siapkan 3.000 Loker di Lampung Timur
-
Misteri Asap di Nanggung: Video Evakuasi Viral Disebut Hoaks, Tapi Isu Korban Jiwa Terus Menguat
-
Bukan Sekadar Elektoral, Legislator Gerindra Sebut Era Prabowo Sebagai Fase Koreksi Sejarah