- Nina Agustina, mantan kader PDIP dan putri Da'i Bachtiar, resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
- Kepindahan politik Nina ditandai kunjungan ke Mabes PSI di Jakarta pada Rabu (4/3) dan disambut Kaesang Pangarep.
- Pertemuan tersebut membahas komitmen bersama untuk memperkuat struktur dukungan PSI, terutama di wilayah Jawa Barat.
Suara.com - Nina Agustina, mantan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang juga putri mantan Kapolri Da’i Bachtiar, secara resmi menyatakan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Langkah politik Nina—yang akrab disapa Nina Bachtiar—ini langsung mencuri perhatian publik. Kehadirannya diprediksi akan membawa angin segar sekaligus memperkuat mesin politik partai yang kini berlogo gajah tersebut.
Prosesi "hijrah" politik ini ditandai dengan kunjungan Nina ke Mabes PSI di Jakarta pada Rabu (4/3). Ia disambut hangat oleh Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, yang didampingi jajaran elit DPW PSI Jawa Barat, termasuk Ketua DPW Abang Ijo Hafidin dan Sekretaris DPW Sendi Fardiansyah.
Sekretaris DPW PSI Jawa Barat, Sendi Fardiansyah, mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut bukan sekadar seremoni biasa, melainkan langkah strategis partai.
"Dalam kesempatan tersebut, turut dibahas komitmen bersama untuk memperkuat struktur dan basis dukungan, khususnya di wilayah Jawa Barat," kata Sendi.
Masuknya figur dengan rekam jejak keluarga yang kuat seperti Nina dinilai sebagai amunisi baru bagi PSI. Menurut Sendi, fenomena perpindahan kader adalah hal yang wajar dalam iklim demokrasi yang sehat.
"Bergabungnya figur dengan latar belakang politik dan jangan keluarga yang kuat dinilai dapat memberikan nilai tambah tersendiri bagi PSI dalam menghadapi kontestasi politik mendatang," lanjut Sendi.
Meski telah resmi bergabung, PSI belum membocorkan posisi strategis apa yang akan ditempati oleh Nina Agustina dalam struktur partai.
Baca Juga: PDIP Ungkap Alasan Megawati Tak Hadiri Pemakaman Try Sutrisno
Berita Terkait
-
Habiburokhman Ungkap Alasan Kuat Program MBG Masuk Pos Pendidikan: Siswa Adalah Bagian Terpenting
-
Megawati Kirim Surat Duka Cita untuk Pemimpin Tertinggi Iran, Soroti Serangan Militer AS-Israel
-
Kaesang Silaturahmi ke Ponpes Al-Amien Kediri Disuguhi Nasi Kuning: Saya Kayak Lagi Ulang Tahun
-
PDIP Ungkap Alasan Megawati Tak Hadiri Pemakaman Try Sutrisno
-
Debat ICW: PSI dan Perindo Soroti Ketergantungan Industri Ekstraktif dan Sponsor Politik
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Mikroplastik Ancam Masa Depan Rumput Laut Indonesia
-
Mengungkap Pesan Moral Kidung Natal: Perjalanan dari Kikir Menjadi Dermawan
-
Kejar Status Eksportir Terbesar Dunia, Pemerintah Bakal Ubah 40.000 Desa Jadi Sentra Perikanan Darat
-
4 Shio yang Menarik Keberuntungan dan Kemakmuran Hari Ini 22 Juli 2026
-
Batu Bara Masih Perkasa, Devisa Ekspor Semester I Tembus Rp268 Triliun
-
Teman Berbulu di Transportasi Umum, Kebahagiaan Kecil di Setiap Perjalanan
-
Dilema Proyek Anti-Banjir di Joglo: Akses Terputus, Pemilik Warung Minta Kompensasi Rp50 Ribu
-
Prananda Surya Paloh: Saya Kecewa Jika Garda Pemuda NasDem Hanya Dianggap Tukang Parkir!
-
Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas
-
Mau Benahi Tata Kelola, BGN Minta Anggaran MBG 2027 Sebanyak Rp 270 Triliun