Suara.com - Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, M Afifuddin menilai, langkah Pemerintah dalam mengantisipasi perkembangan media sosial (medsos) sudah tepat. Namun, dia meminta agar pemerintah tidak berlebihan, dimana semua hal yang berbau kritis seperti adanya kritikan dikategorikan sebagai tindakan makar.
"Kalau pun ada tindakan, jangan semua pihak dianggap dikit-dikit makar dan seterusnya," katanya dalam diskusi bertajuk 'Kerakyatan Dalam Pemilu' di Bakoel Coffee, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (31/12/2016).
Menurut dia, adanya langkah antisipasi yang diambil oleh Pemerintah, dilatari adanya kegundahan akan perkembangan medsos yang sudah tidak bisa dikawal lagi. Pasalnya, saat ini di medsos banyak sekali informasi-informasi yang tidak jelas dan bahkan mengatasnamakan orang lain, dimana sebenarnya orang tersebut tidak menyampaikan hal tersebut. Parahnya lagi, berita bohong tersebut dijadikan rujukan oleh sebagian pihak.
"Harus ada langkah selektif untuk menentukan kadar berita. Jangan sampai berita hoax itu diarahkan kepada orang yang selama ini kritis kepada pemerintah, harus selektif dengan kontennya, apakah benar dari orang itu," kata Afifuddin.
Namun, dia berharap pemerintah tidak langsung memberikan sanksi kepada pihak yang dinilainya bersalah. Sebab, menurutnya, pemerintah juga berkewajiban untuk mendidik dan mensosialisasikan penggunaan medsos kepada masyarakat.
"Harus diimbangi dengan pendidikan ke masyarakat. Jangan ujung-ujungnya saja langsung diambil hukumnya. Tapi penyadaran literasi atas medsos harus dilakukan. Kalau literasi ke masyarakat tidak dilakukan langsung tindak saja, ini juga tidak seratus persen benar. Karena masyarakat tidak semuanya well educated tentang hal ini. Dia tidak tahu atau sadar apa yang dilakukan melanggar aturan," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Tahun Ini Kemnaker Perluas Akses Pelatihan Vokasi dan Hapus Batasan Tahun Kelulusan
-
Kisah Haru Driver Ojol dan Tunanetra yang Akhirnya Bisa Masuk Istana di Momen Lebaran Presiden
-
Mata Membesar dan Senyum Hilang PM Jepang Saat Donald Trump Ngoceh Soal Pearl Harbor
-
Terbongkar! Isi Obrolan 2 Jam Prabowo dan Megawati di Istana, Singgung Geopolitik Global?
-
Puan Maharani Beri Sinyal Pertemuan Susulan Megawati-Prabowo: Insyaallah Secepatnya!
-
Kelakuan Turis AS Keluyuran saat Nyepi di Bali, Pura-pura Bisu saat Ditanya
-
Didampingi Didit, Prabowo Akhirnya Temui dan Salami Warga Yang Hadir di Acara Open House Istana
-
SBY dan Jokowi Dijadwalkan Silaturahmi Lebaran ke Istana Temui Prabowo Sore Ini, Bagaimana Megawati?
-
Jelang Kick Off Piala Dunia 2026, Meksiko Kembali Membara: Polisi Tangkap Bos Kartel Sinaloa
-
Bisa Makan Gratis di Istana! Begini Suasana Open House Presiden Prabowo Siang Ini