Suara.com - Kepolisian Turki melakukan perburuan besar-besaran pada Minggu (1/1/2017) terhadap seorang lelaki bersenjata yang membunuh 39 orang di sebuah klub malam di Istanbul. Sebagian korban tewas merupakan warga asing yang tengah merayakan Tahun Baru di klub tersebut.
Perdana Menteri Turki Binali Yildirim mengatakan, pelaku masih buron setelah melarikan diri usai beraksi. Namun Binali membantah informasi yang menyebut bahwa pelaku memakai kostum Sinterklas untuk menyamar.
"Pelaku meninggalkan senjatanya dan melarikan diri dari lokasi setelah insiden itu," kata Binali.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu mengatakan, pelaku tiba dengan senjata yang disembunyikan di mantelnya lalu kabur dengan pakaian yang berbeda.
Polisi dan intel sedang menyusun berbagai petunjuk yang ada dan memberikan keterangan dalam waktu dekat. Soylu enggan menuduh pihak manapun sebagai dalang insiden ini. Belum ada pula pihak yang mengaku bertanggungjawab.
Penyerangan terjadi di klub malam Reina hanya satu jam lebih tiga puluh menit saja melewati tengah malam, Minggu dini hari. Awalnya, pelaku menembak mati seorang polisi dan seorang warga sipil di pintu masuk klub. Kemudian, ia melepaskan tembakan membabi buta ke arah sekitar 700 orang yang sedang merayakan Tahun Baru.
Televisi NTV melaporkan, pelaku memberondongkan antara 120 hingga 180 butir peluru dalam serangan yang berlangsung selama tujuh menit itu. Banyak pengunjung yang menceburkan diri ke perairan Bosphorus untuk menyelamatkan diri.
Salah seorang saksi mata menceritakan bagaimana kekacauan dan kepanikan yang terjadi di lokasi.
"Baru saja ketika kami duduk, di depan pintu ada banyak sekali debu dan asap. Suara tembakan terdengar," kata seorang pesepakbola profesional bernama Sefa Boydas.
"Orang-orang berjalan di atas orang-orang yang lain," sambungnya.
"Kami datang ke mari untuk bersenang-senang hari ini namun semuanya tiba-tiba berubah menjadi kacau dan mengerikan," kata seorang wisatawan asal Italia, Maximilien. (AFP)
Berita Terkait
-
Kamondo Stairs, Ikon Urban Karakoy dalam Rangkaian Jelajah Serial Mini
-
Karakoy Street Turki, dari Pelabuhan Lama ke Pusat Kreatif Kota
-
Menara Galata Tampilkan Sejarah dan Daya Tarik Wisata Istanbul
-
Serangan Brutal di Istanbul, 3 Orang Tewas di Dekat Konsulat Israel
-
Pesepak Bola Ditembak Mati di Pinggir Jalan: Posisi Penyerang, Usia 20 Tahun
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global
-
Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas
-
LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik
-
Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman
-
wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi
-
Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester
-
Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar
-
Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026