Iyus Pane (tengah berbaju abu-abu) saat konferensi pers penangkapannya oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (1/1/2017). [Suara.com/Dwi Bowo Raharjo]
Ridwan Sitorus alias Marihot Sitorus alias Ius Pane, bandit yang menjadi buronan kasus perampokan dan pembunuhan di rumah Dodi Triono, akhirnya dibekuk polisi di Medan, Sumatera Utara, Minggu (1/1/2016) pagi.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono Argo menjelaskan sepak terjang Ius Pane di dunia kejahatan.
Ius Pane merupakan residivis. Dia baru keluar ke luar dari Lembaga Pemasyarakatan Tangerang pada bulan November 2016.
Setelah ke luar dari penjara, bukannya insyaf, dia kembali ke kelompoknya.
Kelompok bandit Ius Pane kemudian kembali beraksi. Mereka merampok di dua tempat di Provinsi Jawa Barat, yaitu Jonggol dan Purwakarta.
"Empat orang kelompok ini sudah melakukan perampokan selama tiga kali. Yang pertama di daerah Jonggol, yang kedua di Purwakarta ," kata dia.
Setelah melakukan perampokan di Purwakarta, Ius Pane diajak bergabung dengan kelompok Ramlan Butarbutar alias Porkas.
"Dan kebetulan pas kemarin dia ke luar, diajak oleh Ramlan (Ramlan Butarbutar alias Porkas) untuk melakukan perampokan," kata Argo.
Tak butuh waktu lama untuk persiapan merampok rumah Dodi di Pulomas Utara, nomor 7A, Kayuputih, Jakarta Timur, pada Selasa (27/12/2016).
"Setelah Jonggol, Purwakarta, yang ketiga merampok di Pulomas. Jadi Pulomas yang ketiga dalam satu minggu," kata Argo.
Peran Ius Pane dalam perampokan di rumah Dodi cukup vital.
"Peran daripada Ius Pane ini dia adalah yang pertamakali masuk ke rumah korban," kata dia.
Setelah Ius Pane masuk, disusul kemudian Ramlan dan Erwin Situmorang. Sementara Alfins Bernius Sinaga menunggu di mobil.
Sebelum mereka menggondol barang berharga dan kabur, mereka menyekap sebelas orang di kamar mandi berukuran 1,5 meter kali 1,5 meter. Korban baru ditemukan keesokan harinya, Selasa (27/12/2016) pagi dalam keadaan enam meninggal dunia dan lima orang lagi lemas.
Sehari kemudian, Rabu (29/12/2016) Ramlan, Erwin, dan Sinaga dibekuk. Ramlan tewas ditembak karena melawan petugas, sementara Erwin dan Sinaga dapat ditangkap hidup-hidup. Ius Pane ditangkap paling terakhir.
Komentar
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Laporan Intelijen Bongkar Kondisi Parah Mojtaba Khamenei Habis Dibom Israel
-
Iran Cap Halal Luncurkan Rudal ke Kapal Antek Zionis Israel yang Lewat Selat Hormuz
-
Kocak! Zionis Israel Senbunyikan Video Kehancuran Tel Aviv Usai Hujan Rudal Iran, Pers Ditekan
-
Rudal Kiamat Iran Hujan di Malam Lailatul Qadar, Ratusan Antek Zionis Jadi Korban
-
Nyawa Donald Trump Terancam, Keamanan Gedung Putih Jebol Diteror Mobil Van
-
Dari Semua Penjuru Mata Angin, Rudal Iran dan Roket Hizbullah Hantam Wilayah Israel
-
Spanyol Tarik Permanen Dubes dari Israel, Ketegangan Diplomatik Makin Memanas
-
Garda Revolusi Iran: Hai Musuh-musuh Kami, Menyerah atau Hancur Lebur!
-
Detik-detik Rudal Iran Hantam Israel: 5 Jam Hening, Sirene Berbunyi, Duaarrr!
-
Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran