Ilustrasi garis polisi [suara.com/Nur Habibie]
Mahasiswi bernama Tri Ari Yani Puspo Arum (22) ditemukan tak bernyawa di rumah kos yang terletak di Jalan H. Asamat Ujung, Perumahan Kebon Jeruk Baru, Jakarta Barat, Senin (9/1/2017) sekitar pukul 6.00 WIB.
"Diduga korban pembunuhan," kata kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono.
Puspo Arum pertamakali ditemukan seorang pekerja bangunan yang hendak memperbaiki rumah kos korban.
"Ditemukan pertamakali oleh tukang, kebetulan kosan lagi dibangun," katanya.
Puspo Arum ditemukan bersimbah darah di kamar mandi dengan posisi duduk. Terdapat luka di beberapa bagian tubuhnya.
Sebelum ditemukan, pemilik warung bernama Tuti (50) mengaku mendengar ada keributan di dalam kamar kos.
"Sempat terdengar keributan dari kamar korban, pas di cek ternyata korban sudah tewas di kamar mandi, posisi duduk, perut berdarah. Kamar berantakan," kata Argo.
Saat ini, jenazah korban sudah dilarikan ke Rumah Sakit Siloam.
Kasus tersebut sudah dilaporkan kepada polisi dan sekarang sedang ditangani. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara. Anjing pelacak juga dikerahkan ke lokasi.
"Diduga korban pembunuhan," kata kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono.
Puspo Arum pertamakali ditemukan seorang pekerja bangunan yang hendak memperbaiki rumah kos korban.
"Ditemukan pertamakali oleh tukang, kebetulan kosan lagi dibangun," katanya.
Puspo Arum ditemukan bersimbah darah di kamar mandi dengan posisi duduk. Terdapat luka di beberapa bagian tubuhnya.
Sebelum ditemukan, pemilik warung bernama Tuti (50) mengaku mendengar ada keributan di dalam kamar kos.
"Sempat terdengar keributan dari kamar korban, pas di cek ternyata korban sudah tewas di kamar mandi, posisi duduk, perut berdarah. Kamar berantakan," kata Argo.
Saat ini, jenazah korban sudah dilarikan ke Rumah Sakit Siloam.
Kasus tersebut sudah dilaporkan kepada polisi dan sekarang sedang ditangani. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara. Anjing pelacak juga dikerahkan ke lokasi.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Istri Korban Pembunuhan Satu Keluarga di Palu Sempat Ungkap Ciri-ciri Pelaku Sebelum Meninggal
-
Kasus Naik ke Penyidikan, Benarkah Sutrimo Karumga Febrie Jadi Korban Pembunuhan Berencana?
-
Ekshumasi Jasad Sutrimo Digelar 12 Agustus, Kasus Naik ke Penyidikan Dugaan Pembunuhan
-
Rekam Jejak Saepul Pelaku Mutilasi Depok: Mantan Guru Matematika hingga Peserta Dangdut TV
-
Saepul Rencanakan Mutilasi Depok Demi Gasak Motor Korban
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Indonesia Berpeluang Garap Pasar Makanan Artisan Global
-
Gus Miftah Tegaskan Istana Tak Intervensi Muktamar NU ke-35
-
Ojol Jadi Pengusaha UMKM dan Bukan Pekerja, Perpres Bakal Atur THR hingga Bonus?
-
Sorotan Pohon Hilang di Gasibu, Dedi Mulyadi: 1 Pohon Ditebang Diganti 50 Asem Jawa
-
Paspampres Kerahkan Senjata Canggih hingga Anti-Drone untuk Amankan HUT ke-81 RI
-
Nasib THR Ojol Usai Jadi UMKM: Bukan Pekerja Formal, Ikut Perjanjian Kemitraan
-
Menembus Jantung Kampung Bojong Neros, Ketika Jalan Sempit Jadi Urat Nadi Kota Bogor
-
Kontradiksi Era Digital: Mau Merdeka Finansial tapi Masih Pakai Paylater
-
Toyota Mulai Data Calon Pemilik Land Cruiser FJ di Indonesia
-
PHK Makin Ganas, 43 Ribu Pekerja Terdampak