Suara.com - Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes, mengatakan bahwa rapor kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Jusuf Kalla (JK) sepanjang tahun 2016 dinilai luar biasa. Pasalnya, tingkat kepuasan masyarakat semakin meningkat dari tahun 2015 yang hanya 50,6 persen, menjadi 66,5 persen pada tahun 2016.
"Penilaian warga terhadap kinerja pemerintah Jokowi mengalami kemajuan. Kalau tahun pertama pemerintahannya kurang, tahun ini meningkat lebih dari 15 persen," kata Arya, dalam konferensi pers terkait "Prospek Ekonomi dan Politik Indonesia Tahun 2017" di Gedung Pakarti, Jalan Tanah Abang III, Jakarta Pusat, Rabu (11/1/2017).
Namun begitu, kata Arya, prestasi Jokowi-JK tidak sejalan dengan prestasi yang ditorehkan oleh para pembantunya di Kabinet Kerja. Menurutnya, kepuasan masyarakat terhadap kinerja menteri hanya bertengger pada angka 56 persen saja.
"Meskipun naik, Presiden masih akan tersandera dengan performa dan kinerja menteri yang belum optimal," katanya.
Menurut Arya, anjloknya nilai kepuasan publik terhadap kinerja para menteri terutama karena kinerja menteri di bidang ekonomi tidak optimal. Oleh karena itu, yang menjadi fokus Presiden pada tahun ini adalah meningkatkan kinerja di bidang ekonomi sebagai bidang yang langsung menyentuh kehidupan pokok masyarakat.
"Tingkat kepuasan terhadap kementerian bidang ekonomi menjadi yang terendah dibandingkan dengan kementerian lainnya," kata Arya.
Sehubungan dengan hasil itu, Arya menilai bahwa figur Jokowi tidak bisa tersaingi oleh tokoh lainnya saat ini, terutama yang ada di pemerintahan. Untuk mendukung hal tersebut menurutnya, Presiden harus menguatkan lembaga lainnya termasuk kementerian.
"Sebagai Presiden, figur Jokowi masih kuat. Hingga kini belum ada tokoh yang mampu menandingi popularitas dan keterpilihan Jokowi," katanya.
"Tantangan ke depan adalah Jokowi tidak lagi bisa bermanuver sendiri, namun harus memperkuat lembaga kepresidenan dan kementerian yang dapat menopang dan memberikan masukan kepada Presiden," tutup Arya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
Terkini
-
Bivitri Susanti Nilai Pilkada Tidak Langsung Berisiko Membuat Pemimpin Abai ke Rakyat
-
Fakta di Balik Siswa Sekolah Rakyat: 67 Persen dari Keluarga Berpenghasilan di Bawah Rp1 Juta
-
Pelapor Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Dipanggil Polda, Laporan Eggi Sudjana Dicabut?
-
Tok! Hakim Tolak Eksepsi Nadiem Makarim, Sidang Korupsi Chromebook Lanjut ke Pokok Perkara
-
Pakar: Laporan Terhadap Pandji Pragiwaksono Salah Alamat, Ini Alasannya!
-
KPK Tetapkan Gus Yaqut Jadi Tersangka Kasis Kuota Haji, Maman PKB: Harus Diusut Tuntas
-
Soal Pandji Pragiwaksono Dipolisikan, Garin Nugroho Singgung Mental Kerdil Hadapi Kritik
-
Bareskrim Turunkan Tim ke Sumbar Bidik Tambang Emas Ilegal, Ada Aktor Besar yang Diincar?
-
Banjir Arteri, Polisi Izinkan Sepeda Motor Masuk Tol Sunter dan Jembatan 31
-
Datangi Bareskrim, Andre Rosiade Desak Polisi Sikat Habis Mafia Tambang Ilegal di Sumbar!